Mahasiswa Jepang Pelajari Ekosistem Hutan Kalbar

| Share on Facebook

 

delegasi sakura

Mahasiswa dan dosen dari Kochi University Jepang dan Fakultas Kehutanan Untan berfose bersama sebagai bentuk kebersamaan (ft:ISTIMEWA)

LENSAKAPUAS, PONTIANAK – Tujuh mahasiswa dan dua dosen dari Kochi University Jepang akan mempelajari ekosistem hutan Kalbar. Sebaliknya, sembilan mahasiswa dan empat dosen dari Fakultas Kehutanan Untan Pontianak melakukan serupa ke Jepang. Pertukaran mahasiswa tersebut dinamakan Program Sakura Science Exchange.

“Kita saling bertukar mahasiswa. Untuk sementara, mahasiswa dan dosen dari Jepang sudah ada di Kalbar. Mereka akan mempelajari ekosistem hutan kita, lalu ekplorasi jenis tanaman obat dan pemanfaatan hasil hutan bukan kayu, serta seni dan budaya,” kata Pembantu Dekan I Fakultas Kehutanan Untan, Dr Farah Diba SHut MSi  di ruang kerjanya, Rabu (24/9).

Dijelaskan Diba, dalam program tersebut ketujuh mahasiswa Jepang Prof Dr Kazuhiro Ohtaniahli tanaman obat dan Prof Ishizutsu Satoruahlipemasaranprodukpertanian. Mereka ada di Kalbar dari 22-27 September.

“Sekarang mereka sedang mengunjungi pabrik kayu lapis di PT Alas Kusuma di Kumpai Kubu Raya. Setelah itu field trip ke hutan tropis di Sungai Ambawang dan menginap di hutan. Lalu, melakukan kunjungan ke kebun sawit milik PT Mitra Aneka Rezeki di Sungai Ambawang,” papar Diba.

Setelah itu, para mahasiswa dari negeri sakura itu mengadakan pertemuan dengan mahasiswa Fakultas Ekonomi Untan. Terakhir, melakukan silaturahmi dengan Walikota PontianakRealisasi Program Langka' Pemkot Pontianak Raih Rekord Muri. Lanjut Baca ... ». “Terakhir mereka bertolak ke negaranya lewat Kucing Sarawak,” tambah dosen berjilbab ini.

“Kalau tadi mahasiswa Jepang yang ke Kalbar. Lalu, mahasiswa kita yang ke Jepang. Kalau tidak ada halangan tanggal 14-23 Oktober 2014 giliran kita ke Jepang. Gantian. Di Jepang kita akan melakukan hal serupa,” ujar Diba.

Dari pihak Fakultas Kehutanan yang akan berangkat menuju Jepang, untuk dosennya Dr. Farah Diba, S.Hut. M.Si., Dr. Ir. Fahrizal, M.P., Fathul Yusro, S.Hut. M.Si., dan Yeni Mariani S.Hut. M.Si. Sedangkan dari mahasiswanya Dwiyoga Budi Pranoto, Revain Junata Gultom, Rizka Diah Permana, Anong Thea Ananda, Desintha Yuwindha, Siti Agus Maulidiya, Kisfargi Kafuri Bintang, Dina Setyaningrum, dan Sri Purnama.

“Kita beruntung, untuk biaya selama di Jepang, pihak Kochi University yang membiayai. Tentunya ini sebuah kerja sama yang sangat menguntungkan. Paling tidak mahasiswa dan dosen kita bisa berbagi pengalaman dengan Jepang dalam mempelahari ekosistem hutan. Kita tahu, Jepang sangat hebat dalam pemeliharaan hutan beserta ekosistemnya,” papar Diba.

 

Editor : novi

(dibaca 849 X)