Malam Pergantian Tahun Baru di Kota Pontianak

| Share on Facebook

LENSAKAPUAS, PONTIANAK –  Beberapa jam sebelum malam pergantian Tahun Baru 01 Januari 2015, Kota Pontianak sempat diguyur curahan air hujan, suasana jalanan yang biasanya ramai oleh lalu lintasKapolda : Pentingnya Tertib Berlalu Lintas. Lanjut Baca ... » kendaraan yang berlalu lalang, tampak lengang seketika.

Pantauan LensaKapuas di sejumlah Jalan protokol Pontianak, pemandangan tersebut tak berlangsung lama.  Sekitar Pukul 21.00 Wib, Jalanan yang semula sepi, mulai dihiasi sorot cahaya lampu kendaraan roda dua maupun roda empat yang menyinari  bentangan ruas jalan beraspal yang masih basah.

Para penjaja makanan maupun pedagang dadakan pernak pernik  kebutuhan warga Kota Pontianak untuk menyambut malam pergantian tahun di sepanjang tepian jalan, mulai tampak sibuk menyiapkan barang dagangan mereka. Ada yang sedang mengeluarkan berbagai aneka terompet dan kembang api dari dalam kemasan plastik, hingga kesibukan meladeni para pembeli.

“Berapa harga terompet yang  jenis ini, Mas ?” tanya seorang calon pembeli mengenakan baju hitam dilapisi jacket  berbahan parasut kepada pedagang dadakan di Jalan Imam Bonjol. “Kalo yang itu Rp25 ribu, Mbak,” jawab si penjual sembari melepaskan ikatan terompet dari gantungan di pojok kanan atas rangka kayu berbentuk persegi empat.

“Wah, kemahalan Mas. Boleh kurang enggak ? pinta calon pembeli berharap kepada si penjual. “Boleh, kalo yang ini harganya Rp5 ribu aja Mbak,” timpal si penjual seraya menunjukan terompet lain bercorak khas motif batik dengan sedikit  polesan warna ungu.

Tanpa memikir lebih lama, si calon pembeli menyetujui tawaran penjual pria yang mengenakan topi bewarna hitam kesayangannya. “Iya boleh, ambil yang itu 6 buah ya Mas,” jawab calon pembeli menyetujui seraya mengeluarkan lembaran uang pecahan Rp20 ribu dan Rp10 ribu, sesekali menoleh ke arah warga Kota Pontianak lainnya yang sedang asyik menikmati alunan musik ‘house’ di pinggir Jalan Imam Bonjol.

Pemandangan lain, di seputar Jalan Gajah Mada dan Jalan Tanjungpura Pontianak, Polisi Lalu Lintas yang dibeckup satuan lainnya, tampak sibuk mengatur arus lalu lintas yang mulai padat. Jalur yang semula 2 (dua) arah diberi pembatas dan dijadikan satu arah.

Menyusuri ruas Jalan Ahmad Yani I, perhatian LensaKapuas tersita pada pemandangan kerumunan warga di bundaran Tugu Digulist  Universitas Tanjungpura. Di lokasi ini, terdapat 2 (dua) buah tenda yang sengaja didirikan guna menyambut malam pergantian tahun. Salah satu tenda diperuntukan bagi para pemusik yang siap menghibur pengunjung area Bundaran Digulist Untan. Semntara tenda lainnya, tersusun rapi belasan kursi yang menhadap tepat ke arah Tugu Bambu Runcing dan Air Mancur.

“O, ade Pak Wali Kote agik joget sama warga,” ucap seorang pengunjung wanita kepada rekannya yang berdiri di samping LensaKapuas. “Mane..mane..?” cetus seorang pengunjung lainnya. Maklum, ia tidak bisa melihat, karena posturnya sedikit rendah dan terhalang kerumunan warga lainnya.

Menjelang detik-detik pergantian  tahun baru. Wali Kota Sutarmidji, S.H. M.Hum . mengambil alih mikrofon yang ada di tenda musik. “Malam ini, pesta kembang api di 3 (tiga) titik kita tiadakan. Sebagai bentuk rasa belasungkawa kita atas musibah kecelakaanKapolda : Pentingnya Tertib Berlalu Lintas. Lanjut Baca ... » yang menimpa pesawat AirAsia QZ 8501,” ucap Bang Midji biasa ia disapa menggunakan pengeras suara.

Sebagai penggantinya, kata Wali Kota, dirinya bersama warga akan menerbangkan ‘lampion’. “Warga yang sudah dapat dan pegang lampion jangan diterbangkan dulu, nanti kita sama-sama.” ajak Sutarmidji kepada warga kota pengunjung bundaran Digulist Untan. Lantas orang nomor satu di Kota Pontianak itu mengajak seluruh yang hadir untuk berdoa bersama.

Memasuki pergantian tahun, tepat Pukul  00.00 Wib, Sutarmidji didampingi Yandi Anggota DPRD Kota Pontianak dan Rudi Astanto mewakili Kejari Pontianak serta sejumlah SKPD  melepaskan ‘lampion’ yang telah dibakar sumbunya yang diikuti letusan kembang api milik warga yang tidak mengetahui himbauan  Wali Kota.  (novi)

(dibaca 462 X)