Mantan Kombatan GAM Aceh Timur Pertanyakan Fee Proyek 10 Persen

| Share on Facebook

demo

LENSAKAPUAS, ACEH TIMURMTQ ke-32, Aceh Timur Ikut Pawai Ta’ruf dan Mobil Hias. Lanjut Baca ... » – – Mantan Kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAMPemerintah Aceh Tepati Janji, Din Minimi Serahkan Diri. Lanjut Baca ... ») dan Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Aceh Timur, Senin (3/8/2015), sekira pukul 10.00 Wib mengelar aksi damai di gedung pusat pemerintahan Kabupaten Aceh Timur di Idi. Aksi itu ekses dari tersebarnya isu adanya indikasi pemotongan dana sebesar 10 persen dari setiap pelaksanaan proyek yang bersumber dari anggaran pendapatan belanja kabupaten itu.

Puluhan orang yang mengatasnamakan kombatan tersebut, menuding Bupati dan Wakil Bupati Aceh Timur , Hasballah M Thaib dan Syahrul Syamaun telah melakukan pemotongan dana proyek dengan dalih untuk alokasi anggaran yang diperuntukan bagi kesejahteraan eks kombatan, anak yatim dan janda korban konflik.

“Kami datang untuk mempertanyakan kemana uang potongan fee proyek sebesar 10 persen dipergunakan oleh bupati,” teriak Syaifuddin alias Kumis saat memimpin orasi.

Dikatakannya, atas nama kombatan GAM dan KPA tidak pernah menerima dana 10 persen dari proyek yang disebut-sebut diperuntukkan untuk kesejahteraan kombatan itu. Selain itu, dia mempertanyakan kepada Bupati Aceh Timur Hasballah M Thaib terkait adanya pemotongan dana 10 persen dari proyek di daearah itu. Padahal, kata dia, pihaknya tidak pernah menerima dan tidak pula meminta jatah 10 persen dimaksud.

Menurutnya, pemerintah Aceh Timur di bawah kepemimpinan Hasballah M Thaib dan Syahrul Bin Syamaun hampir tiga tahun berjalan. Akan tetapi belum ada sedikit pun, dirinya dan sejumlah anggota KPA lain menerima hasil dari pemotongan dana 10 persen dimaksud.

“Jangan mengatasnamakan KPA jika itu untuk kepentingan oknum tertentu atau pribadi,” sebut Kumis.

Setelah puas berorasi, massa yang mengatasnamakan kombatan dan KPA itu membubarkan diri secara tertib dibawah penggawalan ketat aparat keamanan.

 Aksi Damai Tandingan

Tak berselang lama, datang sekelompok massa lain dari Pemuda, Mahasiswa, Persatuan Geuchik serta Partai Aceh setempat.

“Kami mendukung Bupati Hasballah M Thaib (Rocky) dan Wabup Syahrul Bin Syamuan dalam melaksanakan pembangunan di Aceh Timur,” ujar Benny Kelda salah seorang orator dalam aksi kedua ini, seraya menambahkan pemuda dan mahasiswa mendukung Pemerintah Aceh Timur menjalankan dan menuntaskan program pembangunan.

Sementara itu, koordinator aksi Irwanda mengatakan, bahwa KPA/PA dan masyarakat Aceh Timur mendukung kepemimpinan bupati dan wakil bupati yang selama ini dirasa telah bekerja optimal dalam mensejahterakan rakyat dan pembangunan di daerah itu.

Ia juga mengatakan pada hari itu dirinya bertindak sebagai Ketua KMPA bukan hanya sekedar anggota DPRK setempat. Karenanya, Irwanda meminta kepada siapapun untuk tidak menciptakan isu miring terhadap kepemimpinan Rocky-Syahrul di Aceh Timur.

Kemudian, Ketua DPRK Aceh Timur, Marzuki Azad juga tampil menyampaikan dukungannya kepada duet pemimpin daerah itu, Rocky dan Syahrul Syamaun. “Kedatangan kita kemari bertujuan mendukung bupati dan wakil bupati untuk tetap maju dalam pilkada 2017 mendatang,” sebut Marzuki.

Ditambahkannya, Kedatangan pihaknya beserta ratusan pendukung juga untuk meluruskan dimana saat ini terdapat orang-orang yang memprovokasi perjuangan bupati dan wakil bupati serta tetap berkomitmen mendukung pemerintahan Hasballah dan Syahrul, tandas dia.

Seperti diketahui, isu pemotongan dana proyek di Aceh Timur sebesar 10 persen bermula ketika sejumlah anggota KPA menyandera mobil yang ditumpangi istri Wakil Bupati Aceh Timur, Syahrul Bin Syamaun saat menghadiri acara jambore PKK tingkat provinsi Aceh di Taman Ratu Safiatuddin Banda Aceh, Senin (8/6) (Alam)

(dibaca 875 X)