Mau Sidang Baru Fotocopy Berkas

| Share on Facebook

sidang idha

Penasehat Hukum Terdakwa Soroti Pemberitaan Pers

LENSAKAPUAS, PONTIANAK – Ketua Majelis Hakim yang memimpin persidangan kasus pemerasan atas nama terdakwa AKBP Idha Endri Prasetyo berang kepada Penasehat Hukum, hADI Suratman,S.H. yang terkesan tidak profesional dalam menyiapkan berkas-berkas pembelaan (pledoi) yang diperlukan dalam persidangan.

“Kami sudah menunggu, kok sekarang baru di foto kopi? Padahal sudah diberikan waktu satu minggu untuk menyiapkan pembelaan,” gusar Ketua Majelis Hakim Torowa Deili menjelang sidang dengan agenda pembelaan terdakwa (pledoi) di PN Pontianak, Rabu (6/11). Hakim Ketua pun lantas menskors sidang selama setengah jam.

Selanjutnya, setelah skors dicabut, terdakwa melalui kuasa hukumnya Hadi Suratman yang membacakan  pembelaan (pledoi) terdakwa menuding bahwa terhadap kasus yang melilitnya, terjadi penghakiman oleh pers, dengan menyajikan pemberitaan yang tidak berimbang. “Tuntutan JPU terpengaruh atas pemberitaan media, sehingga kami sangat menyesalkan” ucap Hadi.

Kemudian, lanjut Hadi, JPU telah menuduh kliennya melakulkan tindakan korupsiSidang Tipikor Irigasi Jangkang, Saksi Buka Kartu. Lanjut Baca ... », padahal tidak ada bukti yang kuat. “Mobil bukan milik saksi Ifon dan suaminya, karena atas nama orang lain,” ungkapnya.

Ia pun meminta kepada Majelis Hakim untuk membebaskan kliennya, sebab menurutnya, kliennya Idha menggunakan mobil tersebut sesuai dengan kesepakatan. “Kami minta kepada Majelis agar membebaskan klien kami, karena itu adalah perbuatan perdata dan mobil tersebut digunakan sesuai kesepakatan antara klien kami dan saksi,” terang Hadi.

Secara terpisah, JPU Julianto mengatakan bahwa apa yang sampaikan oleh Penasehat Hukum terdakwa Idha, hanya pada poin dua saja. “Bahkan keterangan saksi sudah jelas mengatakan kalau saksi dari anggota kepolisian mengambil mobil tersebuf atas perintah Idha. Jadi terdakwa yang memerintahkan untuk mengambil mobil itu kemudian disimpan di rumah terdakwa,” beber JPU.

Menurut  Julianto, perbuatan terdakwa pada saat menjabat sebagai Subdit III Narkoba Polda KalbarAwak Kapal dan BB 19 Kg Ganja Diamankan Polda Kalbar. Lanjut Baca ... » telah menyalahgunakan wewenang. “Tidak dibenarkan mengguanakan barang bukti (BB) dalam etika propesi kepolisian, dan bahkan mobil dari Malaysia,” tegasnya (cece)

(dibaca 622 X)