Membangun Indonesia Harga Mati di Jiwa Pemuda

| Share on Facebook
Muhammad Rifai Darus
Muhammad Rifai Darus

LENSAKAPUAS, LANGSA –  Dalam rangka membangun semangat pemuda untuk berkonstribusi nyata dalam pembangunan bangsa. Maka Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) memulainya dari titik nol Indonesia yang ditandai dengan pemancangan pataka atau bendera KNPI di area tugu nol kilometer Kota Sabang.

“Semangat membangun Indonesia dimulai dari Sabang sampai Merauke dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah semangat dan harga mati bagi kita sekalian sebagai pemuda” ungkap Ketua Umum DPP KNPI, Muhammad Rifai Darus, kepada wartawan dalam kunjungannya ke Sabang, Minggu (26/4/2015).

KNPI perlu menancapkan semangat pemuda membangun Indonesia dari Aceh, “kami menyatakan sikap bahwa kita mulai membangun Indonesia dari titik nol paling ujung barat yaitu di kota sabang ini,” tambah putra asli Papua itu.

Rifai juga menjelaskan, kongres XV KNPI ke depan nanti, direncanakan akan diselenggarakan di Provinsi Aceh, dengan semangat tinggi dan lebih meriah dari kongres XIV pada 28 Febuari 2015 lalu di Papua.

Dia berharap, dengan pemancangan pataka atau bendera KNPI di titik barat Indonesia itu, semangat pemuda dari waktu ke waktu terus bergelora dalam membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Senada dengan Rifai, di tempat terpisah, Wakil Ketua DPD KNPI Kota Langsa, Dely Novrizal meminta kepada semua komponen muda untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme pada diri generasi muda. ketika nasionalisme telah terpatri di sanubari generasi bangsa, maka terwujudlah kekuatan dalam satu kesatuan tekad bersama dalam mengapai cita-cita luhur pendiri bangsa.

Selain itu, Deli juga meminta agar anak muda dapat mengisi pembangunan dan perdamaian di bumi serambi mekkah guna membangun masyarakat Aceh yang sejahtera, adil dan makmur. “Kita dorong kaum muda membangun Aceh yang lebih baik dalam nuansa damai, adil dan mencapai kejayaan,” pinta dia.

Dia juga berharap agar elemen muda mengibarkan panji persatuan dan kesatuan dalam diri masing-masing. Pemuda merupakan tulang punggung dan harapan masa depan bangsa dalam meraih kegemilangan yang mulia di hari esok.

“Anak muda jangan hanya pepesan kosong dalam berkonstribusi terhadap negara. Mari utamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi dan kelompok agar Aceh tidak tertinggal dari daerah lain dalam hal pembagunan,” imbuhnya.

Tak lupa, mantan Ketua BEM Fakultas Teknik Universitas Samudra Langsa itu berpesan agar generasi muda menjadi generasi Islami dalam segala aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. (Alam)

(dibaca 652 X)