Mengaku Merugi, Manajemen Star Rubber PHK Massal

| Share on Facebook

demo star rubber kkr

LENSAKAPUAS, KUBU RAYA – Manajemen perusahaan pabrik karet PT. Star Rubber melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara besar-besaran terhadap 500 karyawannya dengan alasan selama beberapa tahun belakangan, terus mengalami kerugian.

“Terhitung mulai besok, Selasa (6/05) kegiatan operasional perusahaan dihentikan,” ujar Sy. Mahmud Alqadrie yang mengaku punya saham di perusahaan asal Thailand pengolah karet tersebut.  “Biarpun saham saya yang paling kecil, tapi saya dipercaya untuk memperbaiki kinerja di perusaan ini, ” kata Sy. Mahmud.

Menurut dia, PHK yang diistilahkan dengan pemutihan tersebut dilakukan dengan alasan, beberapa tahun terakhir pihak perusahaan mengalami banyak kerugian yang disebabkan sjumlah karyawan pabrik yang tidak bekerja secara maksimal dengan berbagai alasan.  “Sehingga kita akan lakukan pemutihan,” kata Mahmud.

Menurut dia, pemutihan adalah sebagai salah satu bentuk sikap tegas untuk memperbaiki sistem dan kinerja perusahaan. “Untuk tahap pertama, ada sekitar 290 orang, setelah itu baru tahap kedua,” ucapnya.

Kemudian, untuk karyawan yang di PHK, pihak manajemen berjanji akan membayar seluruh pesangon sesuai  ketentuan UU ketenagakerjaan. “Semua karyawan akan menerima pesangon sesuai ketentuan undang-undang,” janji Sy. Mahmud. “Mengenai operasional kembali, belum bisa dipastikan. Kami akan melakukan rapat dulu, setelah itu baru ada keputusan apakah beroperasi lagi atau tidak,” terang Sy. Mahmud.

Selanjutnya,  kata dia, apabila nantinya perusahaan kembali beroperasi, maka seluruh karyawan akan dilakukan perekrutan ulang. “Nanti, kita buka kembali penerimaan baru, bagi yang masih ingin bekerja dipersilahkan untuk mengajukan lamaran, dan harus bersedia tunduk dengan peraturan manajemen yag baru,” kata Mahmud.

Menanggapi kebijakan tersebut, salah satu Tokoh Masyarakat Jawa Tengah, Subahar, SH, MH yang turut serta mendampingi karyawan yang di PHK menpertanyakan dasar kebijakan manajemen tersebut. Kebijakan yang dilakukan oleh perusahaan sesuai ketentuan UU Ketenagakerjaan, kata dia, PHK secara sepihak.

Untuk itu, dirinya yang selalu turut memperjuangkan apa yang menjadi hak-hak karyawan itu berjanji akan terus melakukan upaya-upaya pembelaan terhadap apa yang menjadi hak karyawan.

Salah satu kaaryawan lapangan, Priyanto Ajan, yang cukup vokal mempertanyakan soal kebijakan PHK (pemutihan) mempertanyakan kebijakan pihak manajemen. “Jadi yang ingin saya tanya, pemutihan alasannya apa?” kata Ajan sedikit heran.

“Kalau dibilang rugi, dibilang mau tutup, itu tidak masuk akal, Pak. Kalau dibilang rugi, kenapa bahan baku sampai tidak ada tempat untuk ditampung? Sementara, kerja lancer pak, dalam 1 hari puluhan container masuk untuk eksport,” ungkapnya.

“Kalau ada yang mengatakan kerugian disini diakibatkan karyawan, itu 100 persen bohong. Coba bapak pikir, karyawan borongan itu justeru lebih mau kerja lebih banyak, karena hasil yang akan diterima lebih banyak. Namun kalau mesin malah rusak melulu, hingga diadakanlah doa selamat tetap saja rusak. Bapak boleh tanya, 1 hari kerja 3 – 4 jam, mesinnya rusak itu 2-3 jam. Ini gimana ada hasilnya pak?” beber Ajan.

Menurutnya, secara pribadi ia telah bekerja di perusahaan tersebut sejak perusahaan pengolahan karet itu baru didirikan. “Sejak tahun2007, dan sudah berpindah 2 tangan, pertama PT. Sentosa Baru, setelah 2 tahun kemudian diganti PT. Star Rubber,” ulasnya kembali.

Ia menegaskan permintaan kembali. “Permintaan kami Cuma satu, saya masyarakat lokal, boleh periksa KTP dan KK kami. Kami minta dipekerjakan kembali disini,” pinta Ajan yag diamini rekan-rekannya.

Mengenai besaran tuntutan pesangon atas PHK sepihak yag dilakukan perusahaan, Ajan menginginkan agar dihargai sesuai aturan yang berlaku tentang ketenagakerjaan dan pengabdian yang telah ia berikan selama ini ke perusahaan. “Bapak pikir aja, orang harian lepas (diPHK sebelumnya), karena dengan tindakan keras waktu, hingga terjadi insiden yang tidak diinginkan, satu orang mendapat Rp60 juta, total untuk 20 orang Rp1,2 m,” tukas Ajan. (novi)

 

(dibaca 1104 X)