Meski Ditolak Warga, Pembangunan SPBU Terus berlanjut

| Share on Facebook
Aksi Warga Tolak Pembangunan SPBU di Kompleks Ari Karya Indah VI & Gg. Mawar Pontinak Kota (LensaKapuas)

Aksi Warga Tolak Pembangunan SPBU di Kompleks Ari Karya Indah VI & Gg. Mawar Pontinak Kota (LensaKapuas)

Muhammad : Kami Bingung Mereka Terus Kerja

LENSAKAPUAS, PONTIANAK – Pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) CODO I yang terletak di antara perumahan warga Ari Karya Indah VI dan Gg. Mawar, Kel. Sei Bangkong Pontianak Kota sejak awal sudah mendapat aksi penolakan warga setempat. Warga beranggapan pembangunan SPBU tersebut bakal menimbulkan banyak masalah.

Hal ini diungkapkan Muhammad, salah satu warga Ari Karya Indah VI Kepada LensaKapuas, Senin (12/05). Ia mengungkapkan, dirinya bersama warga RT.004/RW.033 dan Gg. Mawar, Kel. Sei Bangkong, Pontianak Kota dengan tegas menolak pembangunan SPBU tersebut. “Warga jelas-jelas menolak, hasil rapat RT menolak, surat pernyataan penolakan juga ada, tapi kok mereka terus membangun,” kata Muhammad sedikit heran.

Sejak sosialisasi awal, lanjut Muhammad, warga telah menolak rencana pembangunan SPBU tersebut dengan membuat dan menandatangani surat pernyataan penolakan pembangunan SPBU. Bahkan, warga sempat mengadakan aksi demo hingga membuat surat yang ditujukan ke Walikota. “Tapi entah bagaimana caranya, ketua RT dan beberapa warga yang semula tidak setuju, belakangan hari diketahui justeru membuat surat pernyataan persetujuan. Ini surat-suratnya, warga yang setuju ini pun hanya 1 orang yang berada di ring I, yang lainnya bukan,” ungkap Muhammad seraya menunjuk bukti-bukti surat.

Masalah yang akan timbul seperti dicontohkan Muhammad, karena jalannya sempit, maka apabila nantinya terjadi antrian pengisian BBM tentu akan membuat jalanan macet. Korbannya, kata dia, masyarakat pengguna jalan dan warga yang mau masuk serta keluar kompleks perumahan jadi terhambat. “Selain itu, resiko kebakaran juga besar karena jaraknya sangat dekat dengan dapur rumah warga, belum lagi dampak lingkungannya (polusi udara,dll),” ujarnya kepada LensaKapuas.

Untuk itu, kata Muhammad, dirinya bersama warga lain yang menolak rencana pembangunan SPBU di kompleks tersebut akan terus berjuang untuk bisa menghentikan pembangunan SPBU itu. “Kami minta dan mau pembangunan SPBU dihentikan,” tegasnya.  (TIM)

(dibaca 764 X)