MPU : Pentingnya Peran Ulama Pembangunan Daerah

| Share on Facebook

FKUB

LENSAKAPUAS, IDI – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Provinsi Aceh, H. Faisal Ali mengatakan MPU memiliki tugas dan tanggung jawab dalam pembangunan moral dan akidah masyarakat. Karenanya, keberadaan ulama harus bersinergi dengan pemimpin (Umara) dalam membangun daerah.

“Secangih dan se-modern apapun dunia ini, peran dan fungsi ulama tak bisa tergantikan dalam membangun akidah dan moralitas masyarakat, terlebih di Aceh yang merupakan daerah bersyariat,” ungkap Tgk Faisal Ali disela acara Eksistensi Peran Ulama Dalam Pembangunan Daerah yang dilaksanakan MPU Aceh di aula Hotel Bandar Khalifah, Idi Rayeuk Kabupaten Aceh TimurMTQ ke-32, Aceh Timur Ikut Pawai Ta’ruf dan Mobil Hias. Lanjut Baca ... », Senin (31/8).

Dikatakan Tgk Faisal, pentingnya eksistensi ulama di tengah kehidupan umat secara otomatis membawa konsekuensi bahwa hidup matinya umat sangat tergantung bagaimana ulama dan begitu pula sebaliknya.

Karenanya, lanjut dia, umat Islam harus bisa mengemban tugas berat di tengah kehidupan modern yang kerap bersingunggan dengan  budaya hidup menjurus pendangkalan akidah, tuturnya.

Asisten II Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, Usman Abdurrahman dalam sambutannya mengatakan, pemerintah daerah menyambut baik atas kegiatan eksistensi peran ulama dalam membangun daerah.

Dia berharap kegiatan tersebut dapat mengagas Syari’at sebagai upaya untuk mengarahkan pembangunan yang lebih baik dengan landasan nilai-nilai Syari’at Islam. Sehingga, sambung dia,  pembangunan nantinya benar-benar berlandaskan kepentingan umat Islam dapat mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur dengan tidak keluar dari koridor nilai-nilai keislaman.

Sementara itu, Wakil Ketua MPU Aceh Timur, Tgk H Azharuddin menyampaikan, peran ulama sangat melekat dalam meneguhkan moralitas masyarakat, akidah, persatuan dan kesatuan daerah.

“Ulama juga berkepentingan untuk mempersatukan masyarakat sehingga perdamaian yang telah dirajut dapat terawat secara berkelanjutan dan membawa

kesejahteraan bagi masyarakat sesuai dengan nilai-nilai religius,” kata dia.

Dia juga menekankan pentingnya bagi ulama meningkatkan dan menumbuhkan nilai nasionalisme di tengah kehidupan masyarakat. Karena munurutnya, ulama memiliki peran strategis dalam mencegah dan menangkal masuk dan berkembangnya paham laten di Aceh.

Dalam acara itu, hadir sejumlah ulama danj tengku-tengku di wilayah Aceh Timur yang berjumlah sekitar 50 orang. Hadir pula, ulama kharismatik daerah itu Tgk Abdul Wahab. (Alam)

(dibaca 280 X)