Musda Majelis Adat Aceh Timur

| Share on Facebook
logo_majelis_adat_aceh_acehdesain
ist. /Ft.samudranews.com

LENSAKAPUAS, ACEH TIMURMTQ ke-32, Aceh Timur Ikut Pawai Ta’ruf dan Mobil Hias. Lanjut Baca ... » Memasuki masa berakhir kepengurusannya, Majelis Adat Aceh Kabupaten Aceh Timur mengadakan musyawarah daerah yang pagi tadi dibuka oleh asisten keistimewaan aceh, ekonomi dan pembangunan, untuk memilih pengurus baru periode 2016-2021 tahun anggaran 2016.

Dalam laporannya Sekretaris MAA Kabupaten Aceh Timur, Drs. Badruddin mengatakan, dasar pelaksanaan Musda MAA Kabupaten Aceh Timur periode 2016-2021 yaitu, Qanun Nomor 3 Tahun 2004 tentang Pembentukan Susunan Organisasi dan Tata Kerja MAA Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Surat Keputusan Bupati Aceh Timur Nomor 224/940/2016 tentang Pembentukan Panitia Pelaksana Musda MAA Kabupaten Aceh Timur Tahun 2016, dengan maksud dan tujuan untuk memilih pengurus yang baru serta merumuskan dan menetapkan program kerja MAA Kabupaten Aceh Timur masa kerja 2016-2021. Kegiatan musda ini akan dilaksanakan selama 1 (satu) hari penuh yang diikuti sebanyak 80 orang peserta.

Sementara itu Ketua II MAA Aceh dalam hal ini mewakili Ketua MAA Aceh, Syamsuddin Daud, S.H., M.Hum. mengharapkan agar pengurus yang nantinya terpilih bisa bekerjasama dengan baik dan bersinergi dengan kepala daerah dan tentunya pemerintah daerah untuk mengkaji dan membangun nilai-nilai adat budaya Aceh dalam kemasan atau format yang modern sehingga dapat mempertahankan nilai-nilai budaya Aceh yang terus tergilas di era peradaban global ini. Seperti bunyi pepatah Aceh, “Adat ngon hukom, lagei zat ngon sifeut, ta bangun bak jeut sabee syedara”

Dalam sambutannya saat membuka Musda MAA secara resmi, Bupati Aceh Timur dalam hal ini diwakili Asisten Keistimewaan Aceh, Ekonomi dan Pembangunan, Usman A.Rahman, S.H.,SP. mengatakan lembaga adat dalam hal ini MAA wajib menjalin kerjasama dengan semua pihak untuk menggali kembali kaedah-kaedah adat dan istiadat yang meliputi berbagai hal berkenaan dengan adat dalam kehidupan bermasyarakat, sesuai dengan Qanun No.11 Tahun 2012 tentang Lembaga Keistimewaan Aceh. Selain itu, MAA bertugas membina dan mengembangkan lembaga-lembaga adat Aceh yang berlandaskan Qinul Islam dan memunculkan kembali Keuneubah Indatu, sehingga adat istiadat masih tetap bersemi di tanah rencong Aceh umumnya dan di Kabupaten Aceh Timur pada khususnya. Asisten juga mengucapkan terima kasih kepada pengurus MAA yang lama dan selamat bertugas kepada pengurus yang nantinya terpilih semoga dapat melahirkan program-program baru dalam meningkatkan pengetahuan tentang peradaban Islam sesuai dengan adat istiadat Aceh. (Alam/mmg)

(dibaca 257 X)