Musyawarah Sengketa Yansen – Sahar Vs KPU Memanas

| Share on Facebook

sidang hari kedua

Pimpinan Musyawarah Tawarkan Proses Mediasi

LENSAKAPUAS, SEKADAU – Hari kedua musyawarah atas gugatan Pemohon, pasangan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Sekadau Yansen Akun Effendy, S.H., M.Si., M.H. – H. Saharudin, S.Ag., M.Si  versus KPU Sekadau  sebagai Termohon di ruang Aula Mapolres Sekadau Rabu (2/9) kemarin berlangsung alot. 

Usai Termohon membacaan tanggapan atas tuntutan (petitum) Pemohon, Stefanus selaku Pimpinan Musyawarah didampingi Niko Bohot dan M. Oktavianus yang memandu jalannya proses, menawarkankan kepada pihak Pemohon dan Termohon untuk bisa menempuh salah satu alternatif yang diatur dalam undang-undang yang ada, yakni mediasi.

“Sesuai mekanisme yang ada diatur dalam ketentuan yang ada, kami menawarkan kepada kedua belah pihak untuk menggunakan jalur penyelesaian sengketa yang ada, yaitu mediasi,” kata Stefanus kepada kedua belah pihak.

Sontak, suasana musyawarah sedikit memanas tatkala dalil-dalil yang sampaikan KPU dinilai Yansen – Sahar seolah mengabaikan aspek maupun asas hukum yang berlaku di NKRI. Selain itu,  ketidakhadiran Ketua KPU juga sempat dipertanyakan pendukung kedua balon BUpati dan Wakil Bupati Sekadau itu.

Yansen Akun Effendy yang mengawali pembicaraan dari pihak Pemohon meminta kepada Pimpinan Musyawarah untuk memberikan kesempatan kepada pihaknya menjawab kembali atas tanggapan KPU. “Undang-undang memberikan kesempatan untuk hal itu, namun sebelum setuju atau tidak terhadap proses mediasi, alangkah lebih baiknya kami diberi kesempatan untuk menjawab kembali tanggapan dari KPU. Sebab, ini juga merupakan bagian dari proses musyawarah,” ujarnya.

Menurut dia, pihaknya tetap menghormati keputusan hukum maupun mekanisme yang menjadi acuan Termohon dalam dalilnya yang meminta Pimpinan Musyawarah menolak permohonan Pemohon.  Hanya saja, kata dia, dalam negara hukum, segala sesuatunya tidaklah saklak, sebab sesuai tujuan hukum itu sendiri yakni kepastian, keadilan, dan kemanfaatan haruslah dipertimbangkan dalam sebuah keputusan.

Untuk itu, dirinya memohon kepada Pimpinan Musyawarah untuk dapat mengabulkan seluruh permohonan pihaknya dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut dengan bukti-bukti yang dimiliki pihaknya dalam putusan nantinya.

Dalam argumentasinya, Termohon akhirnya menyerahkan putusannya kepada Pimpinan Musyawarah. “Kami pada intinya menunggu dan siap menjalankan rekomendasi dan putusan dari Panwaslu,” kata Marsel selaku jurubicara Termohon. Namun, kata dia, pihaknya tetap akan mempelajari lagi putusan akhir Panwaslu yang bersifat final dan mengikat tersebut sebelum dilakukan eksekusi. (Novi)

(dibaca 447 X)