NCW Tantang Komitmen Kajati Kalbar Berangus Koruptor

| Share on Facebook
foto berita eksekusi ateng

Ket. Foto kiri : Kajati Kalbar ketika Gathering Media mengungkapkan tidak akan pendang bulu dalam penegakan hukum. Kanan – Ibrahim MYH Investigator NCW Kalbar

Ibrahim : Putusan MA Terdakwa Daniel Alias Ateng sudah inkrach, Belum Dieksekusi

LENSAKAPUAS, PONTIANAK – Investigator Nusantaran Coruption Watch (NCW) Kalimantan Barat Ibrahim, MYH masih mempertanyakan konsistensi Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat mengeksekusi Terdakwa kasus Tipikor Daniel alias Ateng yang telah mempunyai keputusan berkekuatan hukum tetap, Inkrach berdasarkan Putusan Kasasi Mahkamah Agung RI Nomor : 2148K/Pidsus/2015 yang di keluarkan Senin tanggal  2 November 2015 silam.

Dalam Putusan Kasasi MA tersebut, disebutkan bahwa Terdakwa Daniel alias Ateng secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsiSidang Tipikor Irigasi Jangkang, Saksi Buka Kartu. Lanjut Baca ... » dengan menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 6 (enam) tahun dan denda. “Namun hingga kini Terdakwa masih belum dipenjara dan gentayangan di luar,” kata Ibrahim MYH.

Investigator NCW Kalbar itu juga membandingkan dengan kasus Tipikor lainnya, Pengadaan Sapi Ta. 2013 dengan Terdakwa Antonius Baring Tando yang sudah dieksekusi pada tanggal 20 April 2016. Padahal, kata dia, Putusan Kasasi MA Nomor 634K/Pidsus/2015 keluar pada tanggal tanggal 2 Pebruari 2016.

“Kalau Putusan Kasasi MA atas Antonius Baring Tando yang baru keluar bulan Pebruari 2016 sudah dieksekusi, mengapa Putusan Kasasi MA atas nama Daniel aliar Ateng yang keluar bulan November 2015 belum dieksekusi, padahal Kajati Warih Sadono ketika di hadapan media massa mengatakan tidak pandang bulu. Kalau ini benarkah tidak pandang bulu, mungking pandang duit ya ?” sindir Ibrahim

Selin itu, Ia juga mengungkapkan bahwa Daniel alias Ateng merupakan kunci untuk membuka beberapa kasus indikasi korupsiSidang Tipikor Irigasi Jangkang, Saksi Buka Kartu. Lanjut Baca ... » di Kapuas Hulu. “Bukan hanya masalah lahan perkantoran Kantor Bupati, tapi juga masalah pembangunan infrastruktur lainnya, termasuk jembatan yang tidak selesai-selesai, padahal sudah menelan dana puluhan miliar rupiah. Yang ada hanya tiang saja,” bebernya.

Dikatakan Ibrahim, Ateng merupakan pengusaha besar yang sering disebut “bendahara” Pejabat Pemkab termasuk oknum penegak hukum di Kapuas Hulu. “Bahkan beberapa tahun lalu Daniel alias Ateng ini juga diduga sebagai actor penting yang mengatur penjebakan terhadap wartawan hingga berujung ke balik penjara, karena ingin mengangkat masalah pekerjaan proyek yang dikerjakan Ateng tidak beres atau bermasalah,” ungkap Ibrahim lagi.

“Mana janji Kajati Kalbar Warih Sadono yang di hadapan wartawan tidak akan pandang bulu dalam memberantas masalah korupsi. Ini yang sudah inkrach saja belum dieksekusi, apa lagi yang ditunggu,” tantang Ibrahim MYH.  (**/Amad)

(dibaca 298 X)