Objektifitas KPU Sekadau Tetapkan Calon Pilkada Dipertanyakan

| Share on Facebook

lapor panwas

Ketua Panwaslu : Kalau Terbukti, Penyelenggara KPU Bisa Dipidana 

LENSAKAPUAS, SEKADAU – Pasangan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sekadau Yansen Akun Effendy, SH, M.Si, MH – H. Saharudin, S.Ag, M.Si yang digugurkan oleh KPU Sekadau ketika Pleno Penetapan Calon Bupati dan Wakil Bupati Peserta Pilkada Kabupaten Sekadau 2015, sekitar Pukul 23.00 wib pada Rabu (26/8) melengkapi berkas gugatan terhadap KPU yang ajukan ke Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Sekadau di Jalan Sekadau – Sintang.

Bakal Calon Bupati Yansen didampingi puluhan Tim, Relawan, dan simpatisan langsung menyerahkan kelengkapan berkas menyangkut objek yang dipersengketakan ke Panwaslu, dan meminta lembaga pengawas pilkada yang diketuai oleh Oktafianus itu untuk dapat mempelajari materi gugatan yang disertai sejumlah bukti yang ada.

KPU sebagai penyelenggara Pilkada, kata Yansen, seharusnya memperlakukan seluruh peserta pilkada secara adil dan setara. “KPU harusnya profesional dan mengambil keputusan secara objektif,” tegasnya.

Kepada Panwaslu, dia menguraikan sekilas mengenai materi gugatan pihaknya. Dikatakannya, bahwa keputusan KPU yang tidak meloloskan dirinya bersama H. Sahar, hanya karena masalah LHKPN tanggal 5 Agustus 2015 sebagaimana telah dikonfrontir ke KPK dinilainya penuh kejanggalan. Semestinya, kata dia, KPU segera meminta klarifikasi ke KPK. bukan hanya LHKPN an. Saharudin tanggal 5 Agustus itu saja, tetapi LHKPN tanggal 11 Agustus dan tanggal 18 Agustus 2015 juga harus diminta klarifikasinya ke KPK, karena merupakan satu rangkaian yang tidak terpisahkan.  Padahal, sambungnya, KPU Sekadau sendiri meminta telah klarifikasi langsung ke KPK tanggal 12 Agustus.

Terkait pemenuhan syarat, Yansen menilai bahwa bukti tanda terima LHKPN dari KPK sebanyak 3 kali itu menunjukan bahwa Saharudin selaku warga negara yang baik dan Bakal Calon kandidat telah berupaya memenuhi syarat sebagaimana yang atur dalam persyaratan pencalonan. Selain itu, sambungnya, soal alasan KPU Sekadau bahwa apabila LHKPN an Saharudin pada tanggal 11 dan 18 Agustus telah melewati batas waktu  perbaikan berkas, yakni 7 Agustus 2015 lalu justeru bisa menjadi blunder sendiri bagi KPU sendiri. Pasal, berdasarkan bukti yang dimiliki pihaknya, apabila KPU benar-benar konsisten dengan tahapan dan jadwal yang sudah ditentukan, maka dapat dipastikan bahwa semua calon yang saat ini sudah ditetapkan oleh KPU sebagai peserta pilkada dan sudah mengikuti cabut nomor urut tidak ada yang bisa lolos .

“Ini ada apa dengan KPU, faktanya salah satu kandidat yang diloloskan oleh KPU saat ini,  LHKPN nya juga diterima oleh KPK pada tanggal 18 Agustus 2015, bersamaan dengan penerimaan LHKPN Saharudin yang ke-3 kalinya, link http://www.kpk.go.id/id/pantau-pilkada-2015 . Kenapa mereka diloloskan sedangkan pasangan kami tidak diloloskan. Jadi untuk itulah kita datang untuk meminta keadilan,”  ungkapnya.

Atas dasar itu, Yansen meminta Panwaslu dapat memenuhi seluruh permohonan yang diajukan, membatalkan keputusan KPU tentang penetapan calon peserta Pilkada Sekadau, dan mensahkan pasangannya (Yansen – H. Saharudin) sebagai peserta Pilkada Sekadau dengan nomor urut 4.

Menimpali, Herman Ketua Tim Pemenangan Yansen – Saharudin mengungkapkan hal serupa. Ia pun mempertanyakan netralitas KPU dalam hal ini. Sebab, kata dia, dirinya mendapat laporan bahwa setelah masa perbaikan berkas tanggal 7 Agustus masih ada kandidat lain yang juga masih mengurusi kelengkapan berkas, misalnya NPWP. “Kita mau KPU transparan dan fair dalam hal ini,” tukasnya.

Sekretaris Tim Oos biasa ia disapa pun begitu, menguatkan apa yang diungkap dalam kesempatan tersebut, dirinya meminta berkas semua kandidat diperiksa oleh Panwaslu. “Ini untuk keadilan, supaya terang benderang,”  ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Panwaslu Oktavianus berjanji untuk segera menindak lanjuti sesuai tugas dan wewenang yang dimiliki pihaknya. “Laporan kami terima, akan segera kita tindaklanjuti,” sambut Oktifanus seraya menyampaikan akan langsung mengagendakan sidang gugatan pada Kamis, sekitar Pukul 09.00 wib.

Bahkan ia mengakui saat Pleno Penetapan Calon Senin (24/8) lalu, Panwaslu tidak mengetahui apa-apa. “Mereka adakan pleno tertutup, makanya besok mau terbuka semua. Selama ini KPU terkesan tertutup, bahkan data – data yang kita mintapun susah sekali mereka berikan,” ungkap Pria berkacamata mengenakan baju orange bertuliskan Panwaslu itu sedikit buka kartu.

Terhadap permohonan pemohon, Pasangan Yansen – H. Saharudin, pihaknya sebagai bagian dari penyelenggara Pilkada berjanji akan bersikap dan bertindak adil dan objektif. Menurut Oktafianus, karena putusan Panwaslu bersifat final dan mengikat, maka sebelum mengambil keputusan, Panwaslu akan mengedepankan profesionalisme dan berlandaskan atas seluruh peraturan perundang-undangan yang berlaku. “Kalau Panwaslu memutuskan untuk mengabulkan permohonan pemohon, maka Pasangan Yansen – H. Saharudin akan bisa menjadi peserta Pilkada Sekadau dengan nomor urut 4,” tandasnya seraya menjelaskan soal sanksi administratif maupun ancaman sanksi pidana bagi penyelenggara Pilkada apabila terbukti melanggar ketentuan yang ada.

Ketika dikonfirmasi terkait hal tersebut kepada salah satu Komisioner KPU Kab Sekadau, hingga berita ini diturun belum ada jawaban maupun komentar yang diberikan.  (Tim)

(dibaca 983 X)