Oknum Wartawan & Kades di Tangkap Aparat

| Share on Facebook

ftwLENSAKAPUAS, PONTIANAK –  Aparat gabungan TNI dan Kepolisian Resort Kota Pontianak belum lama ini menangkap  Edi BS (46) warga asal Kapuas Hulu yang beralamat di Jalan Lintas Utara KM 39 Sungai Uluk Palin, yang kabarnya ia juga sebagai seorang Kepala Desa dan rekannya Mulyadi (30) warga Kedamin Hilir, Putussibau, seorang jurnalis salah satu media lokal Kalbar.

Kedua warga Kapuas Hulu itu ditangkap petugas pada hari Rabu (5/4) ketika berada di Hotel Queen Pontianak, pasalnya mereka terindikasi telah melakukan aksi pemerasan disertai pengancaman terhadap seorang pengusaha, Edi S (37).  “Kita mengamankan kedua pelaku yang diduga melakukan pemerasan dengan pengancaman, yang lebih parahnya mereka mengaku anggota BIN, Pers dan LSM,” ujar Kasat ReskrimPolresta Pontianak Gelar Perkara 332 Kasus. Lanjut Baca ... » Polresta PontianakPolresta Pontianak Gelar Perkara 332 Kasus. Lanjut Baca ... », Kompol Aries Aminullah.

Berdasarkan keterangan korban,  kata Aries, sebelumnya, korban sempat dimintai uang sebesar Rp250 juta oleh Edi BS yang mengaku sebagai anggota BIN, Wartawan dan KPK serta rekannya Muyadi. “Kemudian, terjadi negosiasi antara korban dan kedua pelaku, sehingga jumlah uang yang dimintapun turun dari Rp250 juta menjadi Rp150 juta hingga angka Rp108 juta. Karena merasa terancam, korban pun  menyerahkan uang sebesar Rp20 juta, sedangkan sisanya akan dicicil,” ucap Aries.

Dijelaskannya, korban, EDI S, adalah konsultan yang sedang mengerjakan Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan (PPIP) 31 desa di Kapuas Hulu dengan pagu anggaran Rp250 juta per desa. “Mereka berasumsi dalam proyek tersebut ada terjadi penyimpangan. Pelaku mendapatkan data proyek tersebut dari Dinas PU” beber Aries.

Kronogisnya, tutur Aries, pelaku Mulyadi menghubungi korban lewat telepon, namun yang berbicara adalah Edy BS. Melalui komunikasi via telepon itu mereka mengatur jadwal dan tempat pertemuan. “Karena takut dengan ancaman mau dilaporkan pelaku ke Kejari dan diekspos ke media, akhirnya korban mau bertemu dengan pelaku,” ujar Kasat. Selanjutnya, kata dia, terhadap Kedua pelaku dijerat dengan pasal 335 Juncto pasal 368 KUHP dengan ancaman kurungan penjara maksimal sembilan tahun. (cece)

(dibaca 1556 X)