Pancasila, Paradigma Membangun Masyarakat

| Share on Facebook

IMG_20150602_002908-1

LENSAKAPUAS, LANGSA – Pancasila sejak lahir pada 1 Juni 1945 hingga saat ini dan sampai kapan pun masih relevan sebagai falsafah dan pandangan hidup bangsa. Demikian dikatakan Sekretaris Satuan Siswa Pelajar dan Mahasiswa (SAPMA) Pemuda Pancasila Kota Langsa Sukma M Thaher di Langsa Provinsi Aceh, Senin (1/6) sore.

Menurutnya, ideologi pancasila telah mampu menyatukan semua elemen masyarakat tanpa batasan ras, agama dan sukunya. Pancasila juga telah dibuktikan kesaktiannya dengan peristiwa G30S-PKI ditahun 1965. Rongrongan PKI, kata Sukma, yang ingin merubah ideologi bangsa menjadikan pancasila semakin kokoh. “Pancasila abadi, tak akan tergerus waktu. Kendati upaya memperlemah ideologi pancasila terus terjadi,” ujar dia.

Dia mengajak keluarga besar pemuda pancasila dan masyarakat umum untuk terus mengamalkan dan mengawal pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia. Momentum hari lahirnya pancasila pada 1 Juni ini merupakan ajang instropeksi diri apakah selama ini nilai-nilai pancasila telah diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Sebagai kader Pemuda Pancasila, saya mengajak kita semua kembali ke nilai-nilai pancasilais. Karna pancasila abadi sepanjang zaman,” himbau Sukma.

Selain itu, Sukma juga menyatakan relevansi pancasila sesuai dengan agama manapun, termasuk Islam.  Karenanya, dia berharap masyarakat Aceh dapat benar-benar menghayati dan mengamalkan nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Terlebih dalam roh dan semangat pancasila terdapat pesan moral, persatuan, kesatuan dan kehidupan religius bagi seluruh rakyat dari Sabang hingga Meurauke. 

Kemudin, ia juga mengajak kaum muda untuk lebih memaknai nilai pancasila sebagai acuan dalam pergaulan.  Terlebih, sambung dia, membangun paradigma Aceh masa depan adalah Aceh damai dan bermartabat yang kesemua ini sejatinya sudah terkandung dalam butir-butir Pancasila.  (Alam)

(dibaca 458 X)