Pangdam XII/Tpr Hadiri Semiloka Koordinasi Dan Supervisi Pencegahan Korupsi

| Share on Facebook

JON_8254

LENSAKAPUAS, PONTIANAK –  Panglima Komando Daerah Militer  (Pangdam) XII/Tpr Mayjen TNI Toto R.Soedjiman menghadiri acara Semiloka Koordinasi dan Supervise Pencegahan Korupsi di Balai Petitih, Kantor Gubernur Kalbar Jl. A. Yani Pontianak, Rabu (25/11).

Dalam rangka upaya pencegahan korupsi dengan mewujudkan tata kelola pemerintahan daerah yang baik, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bekerja sama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Kalbar menyelenggarakan Seminar dan lokakarya (Semiloka) Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi (Korsupgah) Tahun 2015 di lingkup Pemprov Kalbar.

Semiloka Korsupgah ini dibuka oleh Sekda Kalbar DR Drs HM Zeet Hamdy Assovie, MTM, dan dihadiri oleh Asisten Intelijen Kasdam XII/Tpr Kolonel Czi M. Rizal, Irwasda Polda Kalbar, Pj Bupati Kapuas Hulu Marius Marcellus, SH, MM, Pj Bupati Ketapang Kartius, SH, M.Si, Wakil Bupati Sambas DR. Pabali Musa, M.Ag, Sekda Mempawah Drs Mochrizal.

Gubernur Kalbar dalam amanatnya yang dibacakan  Sekda Kalbar DR Drs HM Zeet Hamdy Assovie, MTM, meminta semua jajaran pemerintahan di Provinsi Kalbar untuk gigih dalam upaya menjalankan pencegahan dan penekanan hukum terhadap kasus-kasus korupsiLaki Kalbar Desak Kejati Usut Kasus Perumahan Khusus Rakyat. Lanjut Baca ... ».

“Pemberantasan korupsi merupakan salah satu prirotas utama Pemerintahan Jokowi-JK yang tertuang dalam Nawa Cita. Penanganan korupsi bukan hanya difokuskan pada upaya penindakan dan penjatuhan sanksi atau hukum semata, tapi bagaimana upaya untuk mencegah potensi-potensi dan titik rawan sehingga tidak berkembang menjadi korupsi,” katanya.

Korupsi adalah isu sensitive yang oleh masyarakat awam dikaitkan dengan jabatan di eksekutif, Legislatif, dan yudikatif. Hal ini tidak bisa kita hindari, sebab, faktanya, cerita tentang korupsi terhadap pejabat yang tertangkap sering muncul di media cetak maupun elektronik.  “Pemberantas korupsi di Kalbar merupakan fokus utama dalam mewujudkan clean and goodgoverment,” jelasnya.

Untuk menjalankannya, masih menurutnya, tidak hanya berupa penindakan saja, tapi melalui Korsupgah. Upaya untuk pemberatasan korupsi yang baik adalah, bagaimana melakukan pencegahan sejak dini, sehingga gerakan anti korupsi menjadi budaya yang positif. Dalam hal ini, ada 4 yang perlu dilakukan secara bersamaan, yakni, penguatan visi dan pemahaman terhdap semangat anti korupsi, mensosialisasikan langkah-langkah pencegahan, meningkatan upaya penindakan dan mendorong masyarakat sipil dalam memantau dan menkritisi kebijakan. (Red)

Rilis : Pendam XII/Tpr

(dibaca 236 X)

None found.