Pasca Penangkapan BW, TNI Siaga di Kantor KPK

| Share on Facebook

LENSAKAPUAS, JAKARTA – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad meminta perlindungan Panglima TNITNI Siap Bantu Penyidik KPK. Lanjut Baca ... » Jenderal Moeldoko. Alasannya, muncul kabar kalau penyidik Bareskrim Polri akan memaksa masuk gedung KPK untuk membawa berkas terkait kasus Bambang Widjojanto.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Fuad Basya membenarkan Ketua KPK Abraham Samad menghubungi Jenderal Moeldoko. Tujuannya adalah untuk meminta perlindungan, dengan menyiagakan pasukan TNI untuk menjaga KPK.

Pasukan yang disiagakan itu bukan berarti untuk berhadap-hadapan dengan aparat kepolisian. Melainkan, kata dia, prajurit TNI ingin mencegah agar kedua institusi, baik KPK dan Polri tidak timbul gesekan, seperti yang diinstruksikan Presiden Jokowi.

“(Ketua KPK) bukan minta perlidungan. KPK minta bantuan karena dua institusi ini sedang bermasalah. Harusnya, KPK minta bantuan Polri, sementara sekarang masalahnya sendiri kan ke polisiUpacara Tradisi Pisah Sambut Kapolda Kalbar. Lanjut Baca ... »,” kata Fuad kepadaRepublika Online, Sabtu (24/1).

“Jadi, Panglima TNITNI Perpanjang MoU dengan PT. Pertamina. Lanjut Baca ... » selaku yang bertanggung jawab penuh terhadap kedaulatan negara, keutuhan wilayah, keselamatan negara, dan menjaga nama baik Presiden dan wibawa pemerintah agar tidak tercemar bersedia membantu KPK,” imbuhnya.

Menurut Fuad, kalau sampai KPK dan Polri sampai terjadi gesekan maka hal itu berakibat negatif terhadap nama baik pemerintah. Pun dengan stabilitas NKRI bisa ikut terancam. Karena itu, sudah menjadi tugas TNI untuk menengahi agar jangan sampai terjadi bentrokan antara KPK dan Polri.

“Jadi, bukan berarti TNI diminta KPK untuk berhadap-hadapan dari serangan polisi. TNI hanya ingin mencegah,” kata mantan wakil asisten logistik KSAD tersebut.

sumber : republika

(dibaca 745 X)