Paslon Halalkan Berbagai Cara, Aceh Terancam Hancur

| Share on Facebook

foto-ilustrasi-teror

LENSAKAPUAS, LANGSA – Direktur Lembaga Swadaya Masyarakat Suramoe Instutitute, Mahdani Syahputra, di Langsa, Selasa (22/11),  mengingatkan para pasangan calon (Paslon) gubernur/wakil gubernur, bupati/wakil bupati dan walikota/wakil walikota yang maju dalam Pilkada 2017 untuk tidak melakukan upaya meraih dukungan dengan menghalalkan berbagai cara. Bila itu terjadi, dipastikan kehancuran Aceh diambang pintu.

Melihat perkembangan situasi politik yang terjadi dimasyarakat akhir-akhir ini, lanjut dia,  cukup membuat masyarakat semakin tidak nyaman dan terasa khawatir akan timbulnya kembali gejolak yang sangat menakutkan. Kekhawatiran itu, sambungnya, dirasakan rakyat seiring dengan semakin ketatnya persaingan partai politik dalam mencari dukungan.

“Ini hal wajar dalam era demokrasi, apalagi menjelang Pilkada yang semua partai politik bebas mencari dukungan. Tapi semua itu ada koridornya, ada regulasi dan etika politik di sana. Jangan lantas melakukan tindakan tercela untuk nafsu politik sesaat,” urai Mahdani.

Mencari dukungan dengan cara mengancam, menculik, teror, bahkan membunuh, menurut dia adalah hal tidak manusiawi dan melanggar ketentuan perundang-undangan yang berlaku sehingga menimbulkan gejolak sosial sehingga rakyat menjadi resah bahkan terpecah belah.

Menurut Mahdani, kemenangan yang diraih dalam pemilihan kepala daerah dengan cara yang tidak demokratis hanya akan menghasilkan pemimpin yang tidak memiliki tujuan untuk memikirkan rakyatnya, tetapi lebih cenderung bertujuan untuk mementingkan diri sendiri maupun melanggengkan kekuasaannya semata.

“Bila ini yang  terjadi maka Aceh tinggal menunggu kehancuran. Untuk itu, kita menyampaikan pesan moral kepada para calon kepala daerah agar berlaku fair play, demikian pula masyarakat harus pintar dengan tidak memilih calon yang menggunakan cara-cara busuk,” pungkas Mahdani. (Alam)

(dibaca 44 X)