Pecatan Polri Jadi Pengedar Narkoba Plus Simpan Senpi Rakitan

| Share on Facebook

LENSAKAPUAS, PONTIANAK – Pengungkapan kasus peredaran narkoba dan kepemilikan senjata api rakitan milik pecatan anggota Polri Polda KalbarTruck Fuso Pengangkut Lelong ditangkap Petugas. Lanjut Baca ... », membuat gerah Korps Coklat Abu-Abu, Institusi penegak hukum yang dulu tempat pelaku mengabdi. Pasca pemecatan, bukannya malah menunjukan sikap penyesalan dengan melakukan kegiatan baik dan positif, namun justeru sebaliknya. Profesi baru yang ia lakoni, akhirnya bakal menyeret yang bersangkutan ke balik jeruji.

Berdasarkan release yang diterima LensaKapuas, dibeberkan kronologis kejadian sebagai berikut.  “Awal bulan september 2013 setelah sebelumnya mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada seseorang lakiLaki Kalbar Desak Kejati Usut Kasus Perumahan Khusus Rakyat. Lanjut Baca ... » laki yang sering melakukan transaksi jual beli narkoba di rumah kos-kosan di Jl. Panglima Aim, Pontianak Timur. Kemudian, informasi tersebut ditindak lanjuti oleh personel Subdit III Dit Res NarkobaKapal Kargo Express Angkut 19 Kg Ganja Kering. Lanjut Baca ... » Polda KalbarHari Pertama Kapolda Baru Kalbar Ngantor. Lanjut Baca ... »,  dengan cara pengintaian dan pembuntutan. Informasi akurat, laki-laki  dimaksud adalah Iwan Rachmawanto bin Sugimin yang merupakan pecatan dari anggota Polri yang diberhentikan terkait disersi dan tindak pidana.

Selain itu,  hasil informasi yang diperoleh oleh personel Subdit III Dit Narkoba Polda Kalbar bahwa Iwan Rachmawanto bin Sugimin selain sering melakukan transaksi narkoba, ia juga memiliki senjata api rakitan dan  sering melakukan pemerasan serta penipuan terhadap keluarga para tersangka narkoba yang sedang diproses di Dit Narkoba Polda Kalbar, khususnya yang berada di wilayah Beting, untuk menyediakan sejumlah uang dengan alasan sebagai uang sogokan kepada penyidik. Selanjutnya, uang tersebut dibawa kabur olehnya.

Selain itu, Iwan  juga sering menjual nama pimpinan Polri, khususnya di Kalimantan Barat agar dapat memuluskan aksi penipuannya tersebut. Kemudian, pada tanggal 12 september 2013 sekitar pukul 22.30 wib, personil Subdit III Dit Res Narkoba Polda Kalbar, dibawah pimpinan AKBP Endri Prastiono SH, M.Hum, melakukan penggerebekan di kos-an Jalan Panglima Aim, Gg. Seruni Indah I Pontianak Timur, yang merupakan tempat saudara Iwan Rachmawanto melakukan tindakan kejahatannya.

Saat itu, petugas mendapati saudara Iwan Rachmawanto sedang bersama seorang wanita yang berinisial K Alias N. Ketika petugas melakukan penggeledahan di kamar kos-kosan, ditemukan barang bukti berupa 1 (satu) klip plastic transparan yang berisi serbuk, diduga shabuPetugas Bea Cukai Pontianak Gagalkan Penyelundupan 260 Gram Shabu. Lanjut Baca ... » dibalut dengan plastik hitam, 1 (satu) buah bong terbuat dari botol larutan cap kaki tiga, 3 (tiga) buah korek api gas, 1 (satu) buah gunting, 3 (tiga) buah pipet terbuat dari kaca, 2 (dua) buah pipet yang diruncingkan, dan 1 buah senjata api rakitan beserta amunisi berjumlah 5 (lima) butir dan 1 buah sarung senjata. Selanjutnya, seluruh barang bukti dibawa dan diaman kan di Mako Ditnarkoba Polda Kalbar.

Pelaku, Iwan Rachmawanto bin Sugimin  dan  saksi-saksi yang diperiksa berjumlah 3 (tiga) orang, yaitu 1. Kurnia alias Nia binti Sujana, 2. Anita alias Ita binti Razali, 3. Indra Rukmana. Adapun barang bukti yang disita adalah: 1 satu paket narkotikaKapal Kargo Express Angkut 19 Kg Ganja Kering. Lanjut Baca ... » jenis shabu dibalut dengan plastik hitam, satu buah senjata api rakitan, 5 butir amunisi, satu buah sarung senjata api yang terbuat dari kulit, satu buah bong terbuat dari botol larutan cap kaki tiga, 3 buah korek api gas, satu buah gunting, tiga buah pipet terbuat dari kaca, dua buah pipet yang di runcingkan.

Langkah yang diambil oleh Subdit III Narkoba Polda Kalbar, yakni  memeriksa saksi-saksi yang ada ditempat kejadian pada saat itu, memeriksa ketua lingkungan setempat, memeriksa pemilik kos-kosan, melengkapi administrasi penyidikan, koordinasi dengan pihak berwenang menangani paerkara senjata api dan bahan peledak, melakukan penyitaan dan pengamanan terhadap barang bukti.”

(novi)

(dibaca 694 X)