Pelaku Cabul Anak Kandung Divonis Bebas Hakim PN Pontianak

| Share on Facebook
Ilustrasi (Nett)

Ilustrasi (Nett)

LENSAKAPUAS, PONTIANAK – Putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pontianak yang membebaskan terdakwa Irfan alias Ifan, pelaku perbuatan cabul terhadap anak kandungnya sendiri menyulut emosi keluarga pihak  isteri terdakwa. Kontan, suasana sidang pada Senin (09/12) menjadi ricuh, akibat putusan Majelis Hakim yang pimpin oleh Ketua Majelis Jimmy Wimpi Luntu tersebut membebaskan terdakwa. Padahal, tuntutan Jaksa Penuntun Umum (JPU), Susan, menuntut terdakwa 15 tahun.

Tidak hanya Ibunda korban, Putri, seluruh yang hadir saat persidangan nyaris tidak percaya mendengar putusan Majelis Hakim. Bahkan, Putri sempat melontarkan kata-kata tidak terima didepan persidangan dan menuding adanya persengsekongkolan JPU dan Hakim terkait putusan. “Dak bise gitu, kok putusannya bisa bebas, padahal perbuatannya sangat membebani anaknya seumur hidup,’’ kesal Putri.

Kendati telah diputuskan, sebagai seorang ibu, ia tetap berharap agar terdakwa bisa dihukum seberat-beratnya sesuai dengan apa yang telah diperbuat oleh terdakwa kepada anaknya sendiri. “Kami tidak terima dengan keputusan Majelis Hakim yang dipimpin Jimmy Wimpi Luntu, kami akan melakukan banding, karena keputusan yang dibuat sangat tidak bijaksana,’’ tegas Putri.

Sementara, ketua Majelis Hakim, Jimmy Wimpi Luntu menjelaskan bahwa keputusan tersebut sudah benar. “Alat buktinya hanya satu, sehingga terdakwa harus dibebaskan dari hukuman. Saksi yang dihadirkan juga masih belum bisa membuktikan bahwa terdakwa sebagai pelaku. Sehingga, Majelis Hakim memutuskan terdakwa divonis bebas,’’ terang  Jimmy saat disambangi di ruang kerjanya.(cece)

(dibaca 775 X)