Pembakuan Nama Rupabumi Sebagai Bagian Geostrategis NKRI

| Share on Facebook

 

bimtek-pembakuan-nama-rupabumi

Insert foto: Assisten I Bidang Pemerintahan, Drs. Zahri, M.AP beserta unsur Muspika Kecamatan Idi Rayeuk, narasumber dan Kabag Pemerintahan Umum Setdakab Aceh TimurMTQ ke-32, Aceh Timur Ikut Pawai Ta’ruf dan Mobil Hias. Lanjut Baca ... », Muhammad Adami, BA ketika pembukaan acara Bimtek dan Penyusunan Pembakuan Nama Rupabumi Kabupaten Aceh Timur Tahun 2016 di Aula Kantor Camat idi Rayek . ( Foto: Humas Aceh Timur 2016)

LENSAKAPUAS, ACEH TIMUR – Pembakuan nama rupabumi di Indonesia dilaksanakan oleh Tim Nasional Pembakuan Nama Rupabumi (TNPNR) yang dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 112 Tahun 2006 tentang Tim Nasional Pembakuan Nama Rupabumi. Daftar nama rupabumi yang dikenal dengan gasetir, kini mengalami pergeseran paradigma menjadi spatial identifier  yang merupakan akses intuitif ke berbagai informasi lainnya. Ketersediaan nama rupabumi yang telah dibakukan diharapkan dapat menjadi acuan resmi dan terwujudnya Gasetir Nasional sebagai informasi dasar bagi pembangunan dan geostrategis NKRI.

Pembakuan nama rupabumi merupakan salah satu sumber informasi Gioparsial dasar yang perlu dibakukan dalam bentuk Gasetir Nasional, dan juga merupakan komponen dari sistim informasi yang terorganisir secara keruangan yang memberikan manfaat dalam pemetaan perencanaan pembangunan daerah.

Hal tersebut dikatakan oleh Asisten I Bidang pemerintahan, Drs. Zahri, M.AP ketika membuka secara resmi Bimbingan Teknis dan Penyusunan Pembakuan Nama Rupabumi Kabupaten Aceh Timur Tahun 2016 yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Idi Rayeuk pada Selasa, 27 September 2016.

“Pada dasarnya pelaksanaan kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pedoman teknis inventarisasi dan verifikasi dalam pembakuan nama rupabumi, yang selanjutnya dapat menjadi pedoman dan sisitim informasi bagi Pemerintah Kabupaten Aceh Timur dalam penataan tertib administrasi pemerintahan dan perencanaan pembangunan daerah, serta mendukung pengelolaan pembakuan nama rupabumi di Indonesia,” terang Drs. Zahri M.AP

Untuk itu, pihaknya berharap kepada para camat di Kabupaten Aceh Timur agar dapat mendukuing dan membantu pencapaian tujuan inventarisasi dan verifikasi nama rupabumi tersebut. “Dalam hal ini perlu adanya pembinaan dan pengawasan kita bersama dalam pelaksanaan teknis ini,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bagian Pemerintahan Umum Setda Kab Aceh Timur, Muhammad Adami, BA dalam laporannya menjelaskan, maksud dan tujuan diselenggarakan acara tersebut adalah untuk meningkatkan kualitas sumber daya aparatur pemerintah kecamatan dan pemangku kepentingan serta memberikan pamahaman teknis dalam pelaksanaan kegiatan inventarisasi dan verifikasi penyusunan pembakuan nama rupabumi di Kabupaten Aceh Timur.

Adapun jumlah  peserta yang mengikuti Bimbingan Teknis dan Penyusunan Pembakuan Nama Rupabumi Kabupaten Aceh Timur Tahun 2016 selama 2 hari kegiatan, mulai 27 – 28 September 2016 tersebut sebanyak 72 orang, yang terdiri dari 24 camat, 24 kasi yang membidangi serta 24 operator kecamatan dengan menghadirkan tutor tenaga ahli dari Biro Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Aceh. (Alam/Mmg)

 

(dibaca 57 X)