Pembebasan Tanah Pasar Ikan Lhok Nibong Dipertanyakan

| Share on Facebook
lsm
Muzakir, Ketua LSM KANA

LENSAKAPUAS, LANGSA – LSM KANA (Komunitas Aneuk Nanggro) pegiat anti Korupsi dan Nepotisme  Anggaran  mempertanyakan rencana pembangunan pasar ikan Lhok Nibong Kecamatan Pante Bidari, yang letaknya jauh dari pusat keramaian. “Rencana bangunannya di Kampung Meunasah, akan membuat pasar ikan sepi dari kegiatan jual beli,” kata Muzakir, Ketua LSM KANA. 

Ia membandingkan bangunan yang sama di Alu Lhok Kecamatan Peureulak Timur yang hanya berjarak 200 meter dari pusat pasar. “Meski berada di dekat jalan raya dan pusat keramaian, akan tetapi sampai saat ini  pasar tersebut  masih terbengkalai dan sepi dari kegiatan jual beli. Apalagi sampai 2 KM dari pusat pasar Lhok Nibong,” sebutnya.

Selain jauh ke pedalaman, kata dia, harga ganti rugi tanah yang luasnya 2.956 M2 terkesan fantastis, yakni Rp 202.000/Meter. “Dari hasil investigasi lapangan LSM KANA, harga tanah di lokasi tersebut dibawah Rp100 ribu per meter. Itu pun sulit ada pembelinya,” ungkap Muzakir.

Pihaknya juga mempertanyakan kinerja Tim 9. “Seharusnya mereka menjadi tim yang benar-benar bisa dipercaya oleh publik dan mampu berkerja.  Kalau memang tidak bisa menilai harga, lebih baik di bubarkan aja,” kecamnya.

Untuk itu, ia berharap kepada Pemkab Aceh TimurMTQ ke-32, Aceh Timur Ikut Pawai Ta’ruf dan Mobil Hias. Lanjut Baca ... » untuk membuat perencanaan yang matang dalam proses pembangunan di Aceh Timur agar tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk mengeruk keuntungan pribadi,

“Selain pasar ikan, juga sejumlah TPI (Tempat Pendaratan Ikan) dan UPTD (Unit Pelaksana Tehknis Daerah) banyak yang tidak berfungsi seperti yang diharapkan, sehingga terkesan menghambur-hamburkan uang rakyat,” tandas Muzakkir (alm)

(dibaca 521 X)