Pemkab Aceh Timur Laksanakan Rakor Pokja Focal Point Pegarusutamaan Gender

| Share on Facebook
As I Pengarusuratman

Foto : Assisten I Bidang Pemerintahan Setdakab Aceh TimurMTQ ke-32, Aceh Timur Ikut Pawai Ta’ruf dan Mobil Hias. Lanjut Baca ... », Drs. Zahri, M.AP sedang memberikn kata sambutan dihadapan para kepala SKPK dalam jajaran Pemerintahan Kabupaten Aceh Timur dalam acara pembukaan rapat koordinasi kelompok kerja dan focal point pengarusutamaan gender di aula BAPPEDA.

LENSAKAPUAS, ACEH TIMUR – Isu Gender dalam pembangunan muncul karena adana kebijakan, program, kegiatan pembangunan yang kurang memperhatikan kenyataan bahwa masyarakat sebagai target pembangunan terdiri dari segmen-segmen yang berbeda, khususnya perempuan dan laki-laki yang akan dapat memunculkan adanya kesenjangan Gender.

Komitmen pemerintah untuk mewujudkan kesetaraan dan keadilan Gender telah diamanatkan dalam Undang-undang Dasar 1945, selain itu salah satu upaya untuk mewujudkan keadilan dan kesetaraan gender aalah melalui pelaksanaan strategi Pengarusutamaan Gender (PUG) dalam pembanguna nasional.

Pengarusutaman gender merupakan strategi yang dibangun untuk mngintegrasikan gender menjadi satu dimensi integral dari peyusunan perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi atas kebijakan pembangunan. Hal tersebut dikatakan leh Asisiten I Bidang Pemerinahan, Drs, Zahri, M.AP ketika membukan acara Rapat Koordinasi Kelompok Kerja dan Focal Point Pengarusutaman Gender (PUG) di Aula Kantor BAPPEDA Aceh Timur pada Rabu, 22  Juni 2016 yang dihadir oleh kepala SKPK dalam jajaran Pemerintahan Kabupaten Aceh Timur.

“secara yuridis strategi tersebut telah diatur melalui instruksi Presiden No. 9 Tahun 2000 Tentang Pengarusutamaan gender dalam pembangunan nasional dan Peraturan Menteri Dalam Negeri No 67 Tahun 2011 tentang Pedoman Umum Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender di daerah” ujarnya.

Namun demikian tidak dapat dipungkiri,pada pelaksanaanya masih terdapat kelompok penduduk ((terutama perempuan) yang tertinggal dlam pencapaian kualitas hidup. Ketertiggalan ini disebabkan oleh berbagai persoalan pelik yang seringkali saling berkaitan antara satu engan lainnya. Persoalan paling penting yang menghalangi upaya peningkatan kualitas hidup perempuan adalah pendekatan pembangunan yang mengabaikan isu tentang kesetaraan dan keadilan Gender “ ungkap Zahri.

Oleh sebab itu diperlukan dukungan dan komitmen dari pemangku kepentingan, pengetahuan dasar serta analisis gender untuk menjawab berbagai permasalahan yang ada,  oleh sebab itu diharapkan melalui Rakor Kelompok Kerja dan Focal Point Pengarusutaman Gender (PUG) ini dapat terwujud kesepakatan bersama dalam pelaksanan pembangunan yang adil melalui perencanaan dan pengaggaran yang responsive terhadap kebutuhan masyarakat, baik laki-laki maupun perempuan dan untuk itu diharapkan kepada seluruh SKPK bisa bertindak secara optimal dalam membangun kesadaran tentang isu-isu gender “pungkasnya.

Sementara itu Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Sejahtera (BPMPKS) Kabupaten Acwh Timur, Ir, elfiandi, Sp.1 dalam laporannya mengatakan, tujuan rapat koordinasi ini adalah dalam upaya membangun komitmen dari seluruh tim Kelompok Kerja untuk bersinergi dalam mewujudkan perencanaan dan penganggaran yang responsive gender di Kabupaten Aceh Timur. Adapun yang menjadi Narasumber pada acara rakor ini adalah Muzafar, SE, MM dari BAPPEDA Provinsi Aceh dan Inayah, SP,  M.P dari Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindingan Anak Prov. Aceh ungkapnya. (alam/Mmg)

(dibaca 106 X)