Pemuda Siap Tampil dan Berkarya Untuk Membangun KKR

| Share on Facebook

LENSAKAPUAS, KUBU RAYA – “Komitmen membangun bukan hanya di atas kertas dan diekspos besar-besaran melalui media masa, namun harus bisa ditunjukan melalui bukti pembangunan yang nyata. Sebagai Kabupaten termuda di Kalimantan Barat,Kubu Raya  masih butuh sentuhan lebih ekstra, agar bisa menciptakan wajah Kota Kubu Raya yang sesungguhnya” .

Salah satu tokoh pemuda yang tergerak hatinya melihat kondisi pembangunan yang ada daerah Kubu RayaPleno Penetapan Hasil Pilkada KKR Diwarnai Aksi Protes. Lanjut Baca ... » saat ini, David Maryansyah, S.Sos, memutuskan untuk maju  pada Pilkada September 2013. “Sebagai generasi penerus bangsa, peran pemuda sangat penting dalam mengisi pembangunan. Menunjukan dan membuktikan bahwa pemuda juga bisa tampil serta mampu mengisi pembangunan  daerah, maka saya maju ” ujar David di rumah kediamananya, rabu malam.

Langkah awalnya untuk maju, kata David, memang banyak tantangan. “Sebagai seorang kader partai (PDI Perjuangan), semula saya berharap Partai ini bisa jadi pengusung, tetapi sepertinya ada keraguan, sehingga saya tidak diusung melalui PDIP. Biarpun demikian, hubungan  secara personal dengan Ketua DPD Partai tingkat Provinsi yang juga Gubernur Kalbar, Cornelis, tetap terjalin dengan baik hingga sekarang. Kita masih sering  komunikasi” ujarnya.

Dilain sisi, keraguan PDI Perjuangan justeru ditepis hasil survey sejumlah pihak berkompeten di masyarakat. Kehadiran David Maryansyah malah menjadi perhitungan  yang tidak bisa dianggap remeh oleh kandidat lainnya. Dengan tanpa ada keraguan sedikitpun, akhirnya 11 parpol memutuskan untuk mengusung dan mendukung sepenuhnya langkah David Maryansyah ke proses pencalonan Bupati & Wakil Bupati Kubu RayaRusman Ali Berjanji Akan Jalankan Program Sesuai Kontrak Politik. Lanjut Baca ... » 2013.

Untuk konsep dan strategi pembangunan kata David,  ia bersama pasangannya telah merumuskan perencanaan berdasarkan skala prioritas. “Masterplan sudah kita siapkan, tinggal aksinya saja,” tukasnya. Rumusannya, menurut dia mengacu pada hal yang mesti dibenahi di Kubu Raya.

Ditanyai soal pembangunan yang ada saat ini, David enggan berkomentar banyak. “Biarkan masyarakat sendiri lah yang memberi penilaian. Tolak ukurnya, kata dia, dengan kucuran dana triliunan rupiah dalam beberapa tahun terakhir ini, secara fisik bangunan yang bisa dilihat semua orang hanya kantor Bupati. Sementara, gedung dewan, rumah dinas, kantor dinas  masih belum ada yang nampak,” tandasnya. Padahal, lanjutnya, rumah dinas sangat penting keberadaannya ketika ada tamu luar atau masyarakat dari daerah yang datang.

“Konsep kita jelas, orientasi pembangunan harus dilakukan secara menyeluruh. Tidak boleh hanya terfokus pada daerah tertentu saja, semua wilayah harus diperhatikan secara merata, baik  darat maupun pesisir. Selain infrastruktur, pendidikan juga akan kita jadikan skala prioritas. Di Kubu Raya perlu dibangun sekolah bertaraf internasional, Mandrasah Aliyah juga akan dibangun,  sebab Kubu Raya dari sisi keagamaan  sangat kental,” jelasnya.

Selain konsep peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hal lain yang jadi focus perhatiannya adalah beranda depan yang menjadi wajah Kubu Raya.  “ Sungai Raya harus dirias sebaik mungkin, kita siap ciptakan Kota Satelit,  yang masterplannya berada di dekat Bandara Supadio,” kata David.

Dilanjutkannya, untuk pemberdayaan potensi kepemudaan, ia mengakui sangat paham akan apa yang menjadi keinginan kalangannya. “Kita akan panggil para pemuda  dan tanyai apa yang keinginan mereka. Keinginan anak muda akan kita akomodir dengan baik, dan kita akan realisasikan sesuai anggaran  yang tersedia guna kepentingan khalayak ramai , saya maunya para pemuda juga aktif  dalam mengisi pembangunan ,” harap David. “Siapapun akan kita rangkul, tanpa memilah-milah ataupun membeda-bedakan satu dengan lain,” tandasnya.

(novi/cece)

 

 

(dibaca 495 X)