Penanganan Kasus Pemukulan di Meliau Mesti Objektif

| Share on Facebook

LENSAKAPUAS, SANGGAUSidang Tipikor Irigasi Jangkang, Saksi Buka Kartu. Lanjut Baca ... » – Kamsir saudara kandung Firman warga Meliau, Kab. Sanggau, Kalbar yang menjadi korban pemukulanIni Alasan Akbar CS "Blanat" Sariansyah. Lanjut Baca ... » dan penganiayaanPolisi Maen Hajar' ARKB Tuntut Tanggungjawab Kapolda. Lanjut Baca ... » oleh Pak Itam CS beberapa waktu lalu mengungkapkan kronologis kejadian yang menimpa saudarannya itu.

Berikut sepenggal kronologis menurut penuturan Kamsir kepada wartawan pada Senin (1/6) lalu :

“Tak lama kemudian paman saya Suder datang ke dermaga bersama Pak Lemi, lalu kami pun menceritakan semuanya kepada beliau. Setelah menceritakan semuanya, kami pun segera pergi menuju rumah pak Ahmad menggunakan sepeda motor dengan maksud untuk menanyakan hal tersebut. Setelah kami sampai di rumah beliau, pak Ahmad beserta keluarganya sedang bersantai di teras rumahnya dan menantunya pak Agus mantan security saat itu sedang membuat kue apam.

Saya pun langsung menanyakan kepada pak Ahmad, apa betul Pak Ahmad mau membakar camp kami dan apa maksud beliau berkata begitu? Spontan, pak Ahmad langsung marah dan ingin mengambil sesuatu di dalam rumahnya. Karena buru-buru ia pun terjatuh yang sehingga menyebabkan kening beliau berdarah. Setelah itu ia langsung mencabut pagar pintu, akan tetapi dirampas oleh pak Agus dan pak Agus lah yang langsung menghantam saya dengan mengunakan pagar tersebut. Tak lama kemudian, pak Ahmad pun masuk lagi ke dalam rumah, sepertinya masih ingin mengambil sesuatu dan lagi-lagi ia sempat terjatuh untuk kedua kalinya. Keadaanpun semakin kacau, lalu pak Agus sempat memukul saudara saya dengan menggunakan pagar pintu tadi.

Karena keadaan yang sudah semangkin kacau, tak lama berselang Edi Syahrial yang akrab disapa pak Itam berlari menghampiri saya. Karena merasa terancam, saya segera mundur ke arah pencucian motor dan di situ isterinya membawa sapu yang terbuat dari besi dan saya bertatapan dengan Pak Itam, lalu isterinya langsung memukul saya dari belakang mengunakan sapu tersebut, namun tidak kena kerna saya sempat menghindar. Pukulan dia yang kedua akhirnya mengenai telinga sebelah kanan saya, tanpa diketahui ternyata tinjuan pak Itam juga tepat mengenai batang hidung saya sampai hilang keseimbangan dan tersungkur ke tanah.

Mengalami hal tesebut emosi saya pun memuncak dan spontan saya langsung berdiri dan membalasnya dengan satu pukulan wajah pak Itam mengunakan tangan kanan. Beliau pun terjatuh dan sempat saya menerjang bagian wajahnya sebanyak satu kali sehinga beliau jatuh terlentang dan tak lama saudara saya pun berlari menghindar karena sebelumnya sempat dikeroyok oleh pak agus dan Hen anak pak Ahmad. Pada saat lari, pak Itam sempat mengangkat kakinya seakan-akan ingin menendang dan saya tangkis dengan tangan kiri saya. Keadaanpun semangkin ramai kami pun segera kembali ke dermaga untuk menghindar dari keramaian. Kami  juga sudah menceritakan semuanya di dalam BAP ke Penyidik Polres Sanggau.”

Berkas Sudah Masuk Tahap 2 di Kejari 

Jaksa Penuntut Umum pada Kejari SanggauPenegakan Hukum, Kajati Kalbar Warih Gandeng Media Masa. Lanjut Baca ... » Andi Manapang TJ, S.H., M.H.  saat diKonfirmasi  mengatakan bahwa terkait kasus tersebut, pihaknya telah menerima pelimpahan dari Penyidik Kepolisian. “Berkas perkara beserta barang bukti dengan BA Polisi Nomor : B.212/V/2015/Reskrim dari Penyidik Polres Sanggau sudah diterima pada tanggal 20 Mei 2015 lalu,” ujar Andi ketika ditemui di ruang kerjanya, Senin (1/6) lalu.

Dijelaskannya bahwa terkait barang bukti (BB) ada 3 Jenis BB yang diserahkan, yakni 1 (satu) buah pintu pagar rumah ukuran 90 cm x 50 cm, 1 (satu) batang kayu ukuran 170 cm,7 cm yang sudah patah, dan 1 (satu) buah sapu bergagang besi panjang 120 cm.

Kapolsek Meliau Beri Klarifikasi

Secara terpisah, Kapolsek Meliau AKP Hadiryaman, S.H. yang sebelumnya enggan dikonfirmasi akhirnya buka suara. Menurut Kapolsek, dirinya bukannya mau menghindar dan enggan memberi klarifikasi, tetapi karena ada alasan khusus sehingga pihak Polsek tidak bisa memberikan keterangan.

Setelah kejadian, kata dia,  Kapolres mengutus Kasat Intel Sapja ke Meliau supaya kasus tersebut ditangani Polres, lalu dilimpahkanlah penanganannya ke Polres. “Karena mereka sama-sama melapor dan kita merima laporan mereka serta sejauh mana keterlibatan  pak Itam, maka kita coba pada sidang yang terbuka untuk umum. Apakah layak dijadikan tersangka, termasuk si korban. Karena untuk menentukan tersangka tidaklah mudah dan gampang,” ucap Kapolsek.

Menurut keterangannya, pada waktu itu yang melapor adalah Agus, karena pada saat itu Kamsir dan pak Ahmad dirujuk berobat ke puskesmas. Pak Ahmad, kata dia, langsung dirujuk ke Pontianak dan langsung Opname. “Setelah pulang, beberapa hari kemudian kita limpahkan penanganannya ke Polres Sanggau dan pada malam itu juga kita limpahkan penanganannya. Jadi kita tidak mengambil keterangannya,” kata AKP Hadiryaman.

Kemudian, lanjut Kapolsek, Kamsir dan Firman juga melapor karena pemukulan, sehingga kedua bersaudara itu pun akhirnya visum namun tidak dilakukan pemeriksaan juga. “Yang memeriksa mereka itu pihak Polres, kita hanya membuatkan laporan polisi (LP) nya di Meliau, sementara penanganannya dilimpahkan ke Polres, termasuk pemeriksaan korban, tersangka, saksi-saksi itu di Polres, jadi tidak satu orang pun yang kita periksa di Meliau,” jelas Kapolsek Meliau.

Karena kasusnya telah dilimpahkan ke Polres, menurut Hadiryaman, Polsek tidak lagi melakukan penanganan maupun memonitoring. Pihak Polsek, kata dia, hanya menerima laporan dan melakukan pengamanan demi keselamatan para pihak..

LSM LIP – NKRI Pinta Penanganan Objektif

Saat diminta tanggapannya mengenai permasalahan tersebut,  aktivis LSM sekaligus Ketum Lembaga Investigasi Pembangunan Negara Kesatuan Republik Indonesia (LIP-NKRI) Ferry Agusrianto mengatakan, dalam kasus tersebut hendaknya tidak langsung memvonis atau pun beralibi. “Siapa yang benar atau siapa yang bersalah kita harus obyektif agar permasalahannya tidak kabur atau pembenaran diri,” kata dia.

“Saya rasa penyidik Polres Sanggau professional kita serahkan saja ke aparat penegak hukum, karena merekalah yang lebih tahu dan paham tentang delik-delik perkara dan sebab musabab dari rentetan peristiwa kejadian  yang dialami atas laporan kedua belah pihak yang bertikai,”  tutur Ferry.

Ia pun berharap agar kasus tersebut segera metemui titik terang, dan kedua belah pihak untuk menyerahkan sepenuhnya penanganan kepada Penyidik.

Penanganan Kasus, Polri  Ada Prosedur 

AKBP Dra Nowo winarti Harrywarih, M.Si ketika masih menjabat Kabid Humas Polda Kalbar menjelaskan, bahwa dalam menjalankan tugasnya Polri memiliki prosedur. “Ada urutannya, mulai menerima berkas hingga pelimpahan ke kejaksaan. Setelah tahap 2 penyerahan tersangka, berkas dan barang bukti, maka tugas polisi selesai,” kata AKBP Nowo.

Kalaupun ada kejangalan dalam hal penanganan, kata dia, masyarakat dapat menyampaikan pengaduan secara lisan maupun tertulis kepada Pengawas Penyidik baik di tingkat Polres maupun Pengawas Penyidik Polda. “Ini bentuk keterbukaan Polri. Kalau di Polda pengaduan bisa ke Itwasda, Provos atau Propam,” sarannya.

LP3K Nilai Ada Yang  Janggal

Menanggapi kasus tersebut, Ketua DPD Lembaga  Penyelidikan Pemantauan Pemberatasan KorupsiSidang Tipikor Irigasi Jangkang, Saksi Buka Kartu. Lanjut Baca ... » Kalbar Syarif Ahcmad Hasyim BI  mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil investigasi pihaknya di lapangan, diduga penyidik kepolisian telah melakukan kesalahan prosedur.

“Mulai sejak proses awal penangkapan. Ini dibuktikan dengan barang bukti (BB) seperti pagar, kayu, dan sapu milik pelaku  yang digunakan oleh pak Itam CS untuk memukul korban Kamsir dan Firman dalam BAP Polres Sanggau, justeru malah terbalik, BB tersebut malah milik Kamsir dan Firman,” ucap Syarif Ahcmad.

Untuk itu, ia meminta kepada Penyidik Polres Sanggau supaya bisa melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ada. “Kami minta kepada penegak hukum, Polres maupun Kejari Sanggau agar jeli dalam menyikapi kasus penganiayaan pemukulan Kamsir dan Firman yang dilakukan Pak Itam CS demi tegaknya hukum di negara ini,” harap Ketua LP3K Kalbar. (Red/Budhi-WIE)

(dibaca 753 X)