Penanganan Kasus Tipikor DPA di Disdibud KKR Tak Jelas

| Share on Facebook

6138_10205613772890051_6046661326433434235_n

Budi : Segera Proses Biar Terang Benderang !

LENSAKAPUAS, KUBU RAYAKPPS Pertanyakan Pemotongan Honor oleh KPUD KKR. Lanjut Baca ... » Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) Kalbar, Budi Gautama mendesak Kepolisian Resort Pontianak  untuk segera menyelesaikan kasus berkaitan dengan penyalahgunaan Daftar Pengguna Anggaran (DPA) dilingkup Dinas PendidikanDiknas Kota Tertutup, Ortu Bertanya. Lanjut Baca ... » dan Kebudayaan (Disdikbud) Kubu Raya tahun anggaran 2014. Dimana kasus tersebut telah ditangani oleh Kompol Andi Yul Lapawsean, Kasat Reskim Polresta PontianakPolresta Pontianak Gelar Perkara 332 Kasus. Lanjut Baca ... ».

“Dengan adanya indikasi dugaan korupsiSidang Tipikor Irigasi Jangkang, Saksi Buka Kartu. Lanjut Baca ... » pengadaan meubeler di sekolah – sekolah yang ada di Kabupaten Kubu Raya pada tahun anggaran 2014. Dugaan korupsi tersebut dilaporan masyarakat ke Mapolresta Pontianak dan sempat dipublikasikan di media, ”ungkap Budi. Namun, lanjutnya, hingga  saat ini belum ada kejelasan terhadap penanganan kasus tersebut maupun proses lebih lanjut terhadap oknum pegawai di lingkungan Disdikbud KKR.

“Jika memang tidak ada penyimpangan atau penyalahgunaan Daff/Daftar Pengguna Anggaran (DPA) Dinas Pendidikan (Disdik) Kubu Raya tahun anggaran 2014, segera sampaikan saja ke publik. Jadi tidak menimbulkan opini publik terhadap kasus tersebut. Namun jika ada penyimpangan yang dilakukan oleh oknum tersebut segera proses dan tetapkan pelakunya agar kasus ini menjadi terang benderang,” pinta Budi.

Yang jadi pertanyaan, kata dia, mengapa kasus tersebut hingga kini belum ditemui titik terang maupun kepastian terhadap proses kepada oknum yang diduga menyalahgunakan jabatannya itu. “Makanya kita menunggu kepastian dari Polresta Pontianak, apakah benar ada penyimpangan atau tidak terkait laporan masyarakat,” tukas Budi.

Ia pun meminta Kapolda Kalbar yang baru untuk menurunkan tim membantu Polresta Pontianak  dalam menyelesaikan kasus yang sampai saat ini belum ada kejelasanan proses hukumnya tersebut, sehingga masyarakat tidak bertanya – tanya, ada apa ?

Dirut CV. Lautan Ambawang , Yoyon saat di konfirmasi lewat ponselnya selalu menghindar memberikan klarifikasi, dengan alasan, “salah salah sambung nomor HP. Begitupun halnya dengan PA maupun PPK, belum ada satupun yang bersedia menanggapi dan memberikan tanggapan. Tim/Red

(dibaca 289 X)