Pendamping MEA Kalbar Siap Jembatani UMKM Bersaing dI Pasar Bebas

| Share on Facebook

berita fauzi

LENSAKAPUAS, PONTIANAK – Ada beberapa kendala yang dihadapi oleh pelaku Usaha Mikro Kecil Dan  Menengah (UMKM) di Kalimantan Barat dan Indonesia pada umumnya dalam menghadapi masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang telah berlaku efektif sejak Awal tahun ini. Kendala tersebut antara lain belum mampunya menjaga produktivitas yang besar dan konsisten dalam memenuhi permintaan yang datang dari luar negeri. Disamping itu pelaku UMKM masih terkendala oleh tidak lengkapnya perizinan yang dimiliki sebagai persyaratan melakukan perdagangan antara Negara, bahkan untuk bersaing di pasar modern  dalam negeri sendiripun banyak UMKM yang tidak mampu memenuhi perizinan yang wajib dipenuhi sebagai Standar Operational Procedur (SOP) memasuki pasar modern.

Untuk mengatasi masalah tersebut Kementerian Koperasi dan UMKM  di bawah Deputi Restrukturisasi usaha beberapa waktu yang lalu telah melakukan rekrutmen Pendamping Penanganan Dampak Kebijakan Kawasan Perdagangan Bebas MEA 2016. Untuk tahap awal dipilih beberapa provinsi sebagai pilot project diantaranya adalah provinsi Kalimantana Barat

Kalimantan Barat dipilih karena letaknya yang sangat strategis dan berbatasan langsung dengan Negara bagian Serawak Malaysia, sehingga memerlukan penanganan yang serius dan berkesinambungan agar dapat bersaing dengan Negara itu.

Untuk tahun ini dari Kalimantan Barat terpilih 14 orang pendamping setelah melalui proses seleksi beberapa waktu yang lalu. Untuk memantapkan proses pendampingan pada tanggal 24-25 agustus berrtempat di Hotel Ibis Jakarta telah dilangsungkan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang di hadiri langsung oleh Deputi Restrukturisasi usaha beserta asisten Deputi.” Kita berharap para pendamping dari semua provinsi yang terpilih dapat mendampingi sentra-sentra produksi unggulan di daerah masing-masing agar dapat bersaing dan produktif di era MEA ini, pilih yang sudah dekat dengan gawang agar cepat terjadinya gol dengan lebig cepat,” pesan Ibu Deputi saat membuka bimtek tersebut

Ditemui pada  Senin ( 29/08/16) ditengah kesibukan  menyelesaikan laporan pendamping MEA, Juli Ustriliadi sebagai Salah seorang konsultan pendamping  mewakili kelompoknya mengatakan bahwa pihaknya  memilih  produk Amplang dan Slondok sebagai sentra unggulan yang akan di dampingi.” Slondok dan amplang adalah produk yang dapat diterima oleh semua pihak sehingga lebih mudah untuk proses marketing dan ketersediaan bahan bakunya di Kalbar sangat melimpah,” ujar pria staff pengajar Incubator Bisnis Bank Indonesia tersebut

Sementara itu Aris mewakili kelompok lainnya mengatakan bahwa pihaknya memilih aloevera  dan kripik pisang  sebagai sentra bisnis yang akan didampingi,” Aloevera merupakan ikon Pontianak dan kalbar yang harus kita tingkatkan produksi dan kwalitasnya agar dapat bersaing di dalam negeri dan mancanegara,” ungkapnya bersemangat

Aris dan Juli juga menambahkan  bahwa selama pendampingan ini berlangsung hal yang akan mereka lakukan antara lain adalah melakukan pembenahan legalitas, ekspansi pasar, melakukan ekspor secara bertahap dan meningkatkan produksi. Selain itu mereka berharap  agar progam ini dapat berlangsung lama agar pekerjaan yang mereka lakukan dapat berjalan efektif dan berhasil,” Jika hanya tiga bulan rasanya sangat kurang  dan tidak sebanding dengan semangat dan totalitas yang diberikan rekan-rekan, semoga bisa dijadikan pertimbangan oleh pihak kementrian, “ harap juli mengakhiri perbincangan (fauzi)

(dibaca 169 X)