Pengukuhan Alumni PCTA Kalbar

| Share on Facebook

pcta.

LENSAKAPUAS, PONTIANAK – Direktur Pengerahan Strategi Pertahanan Kementerian Pertahanan (Dirrad Strahan KemenhanKemenhan Buka Lomba Diskusi dan Menulis Artikel Tingkat SLTA. Lanjut Baca ... »), Brigjen TNI Subagio, M.Si (Han), Kamis (13/8), mengukuhkan Alumni Parade Cinta Tanah Air (PCTA) Kalbar, di Hotel Borneo, Pontianak.

Menurut Brigjen TNI Subagio, pengkuhan Alumni PCTA dan sekaligus sebagai Alumni dan menjadi Anggota Organisasi PCTA yang terbesar di seluruh Indonesia termasuk didalamnya Provinsi Kalimantan Barat.

“Alumni PCTA adalah kader muda bangsa yang potensial dalam pembangunan karakter bangsa. Sangat tepat, apabila adik-adik dikukuhkan sebagai Anggota Organisasi Alumni PCTA di Kalbar yang sudah terbentuk sejak tahun 2012,” kata Brigjen TNI Subagio, yang didampingi Korda Kalbar Kemenhan RI Kolonel Inf Ruddy Prasemilsa Mahks, di Hotel Borneo, Pontianak saat itu.

Dikatakannya, dalam Pembinaan Alumni PCTA dilakukan secara terus menerus, baik oleh Pengurus Organisasi, maupun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar dan Korda Kalbar Kemenhan. Melalui kegiatan pembinaan Alumni PCTA yang diharapkan akan terjalin ikatan yang kokoh sesama Alumni dalam membentuk karakter Bangsa yang Ulet, tangguh, berwawasan Kebangsaan dan memiliki kesadaran bela negara dalam kerangka NKRI.

Harus disadari, bahwa arus globalisasi telah mempengaruhi budaya bangsa, hal tersebut ditandai dengan maraknya peristiwa yang mengindikasikan adanya sikap-sikap anomali sosial dikalangan pelajar, seperti tawuran, premanisme, penyalahgunaan narkoba, asusila dan sikap kurang menghargai budaya asli Indonesia.

“Masuknya nilai-nilai budaya atau paham yang datang dari luar memang tidak bisa dihindari, dan nilai-nilai tersebut tidak semuanya berdampak baik bagi bangsa ini. Tidak sedikit, nilai-nilai itu malah menggerosi nilai-nilai yang menjadi karakter bangsa,” jelasnya.

Seiring berkembangannya kemajuan zaman dan bergesernya nilai-nilai positif tersebut, masih menurutnya, generasi muda harus mampu membentengi diri dan menanamkan disiplin Panncasila yang memiliki nilai-nilai kehidupan bangsa, sadar akan kesatuan, cintah tanah air dan kesadaran bela negara yang tinggi.

 “Membangun karakter bangsa kepada generasi muda, khususnya pelajar dan mahasiswa, baik melalui pendidikan formal di sekolah, maupun kegiatan non formal lainnya tidak boleh terhenti dan harus berkelanjutan. Apapun bentuk ancaman dan hambatan yang ditimbulkan sebagai dampak globalisasi dapat ditangkal oleh sikap perilaku dan karakter generasi muda yang dibangun sejak dini,” ujarnya. (Redaksi)

Rilis : {endam XII/Tpr

(dibaca 351 X)