Pengurus IKBM Kalbar Baru Akan Fokus Pada Paguyuban Budaya

| Share on Facebook

ikbm kalbar

LENSAKAPUAS, PONTIANAK – Ketua Ikatan Keluarga Besar Pontianak (IKBM) Kalbar terpilih periode 2014-2019, Sukiryanto, berjanji akan membenahi struktur dan internal organisasi serta membentuk pengurus cabang disejumlah kabupaten. “Nantinya IKBM bukan hanya mengurus masalah pertikaian, tetapi bagaimana mengangkat harkat dan martabat warga Madura,” ujar Sukiryanto. Kalau untuk menangani masalah pertikaian ataupun konflik, kata dia, akan dibentuk Tim Advokasi IKBM.

“Setelah kepengurusan terbentuk, kita akan mengadakan pertemuan untuk merancang rencana kegiatan. Nantinnya, saya akan menunjuk ketua harian, sebagai pelaksana tugas harian IKBM,” ucap Ketua DPD REI Kalbar itu.

IKBM, jelas Sukiryanto, akan lebih mempererat kerjasama dengan etnis lainnya, khususnya yang ada di Kalimantan Barat.  “Dengan terjalinnya kebersamaan dan kesepahaman, maka konflik bisa terhindari dan kita bisa menyatukan budaya kita dengan etnis lainnya. Jadi, fokusnya di paguyuban kebudayaan, sehingga bisa mempersatukan antara etnis Madura dengan etnis yang lain nya,” tegas Sukiryanto.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Majelis Kehormatan IKBM Kalbar H. Sulaiman ketika itu mengajak seluruh warga Madura Kalbar untuk senantiasa berubah ke arah yang lebih baik. “Lestarikan kebudayaan yang positif dan tinggalkan kebiasaan yang negatif. Di kalbar, Madura sudah diterima semua etnis, mari kita jaga hubungan baik, hilangkan kebiasaan buruk yang dapat menimbulkan perpecahan antar etnis,” pinta H. Sulaiman.

Ketua Majelis Kehormatan IKBM itu  juga mengajak warga Madura, khususnya pemuda untuk tidak lagi membiasakan membawa senjata tajam (sengkep) saat berpergian. “Saat ini warga Madura sudah menyatu dengan etnis lain, artinya sudah bersaudara, sudah aman, jadi tak perlu lagi membawa senjata tajam kalau berpergian,” saran Sulaiman. Bukti persaudaraan itu, kata dia,  terjadinya perkawinan antar suku di Kalbar.

Diakhir masa kepengurusanya, Ketua IKBM Kalbar demisioner Sarumli Sanah juga menyampaikan pesan yang sama dengan apa yang disampaikan Majelis Kehormatan. “Warga Madura sudah diterima di semua daearah di Kalbar. Jadi teruslah mempererat jalinan kerjasama dan hubungan yang lebih baik lagi,” pesan Abah Sarumli.

Ia pun menyampaikan permohonan maafnya kepada masyarakat, khususnya kepada warga Madura Kalbar, bilamana dalam kepengurusannya ketika memipin IKBM terdapat banayak kekurangan.

Mewakili Pemerintah Provinsi Kalbar, Kadis Pendidikan Kalbar Aleksius Akim mengulas balik  sejarah perjuangan bangsa Indonesia ketika masa penjajahan dahulu. Sebab, kata Akim, tercatat dalam sejarah bahwa semua suku atau etnis di Indonesia telah bersatu padu melawan penjajah. Untuk itulah persatuan dan kebersamaan antar etnis, khususnya yang ada di Kalbar dapat dipererat dan ditingkatkan serta tidak ada pembedaan.

“Semua etnis di Kalbar mempunyai kedudukan yang sama, tidak ada pengkotakan mayoritas atau minoritas, semuanya sudah ditutup dengan damai, tentram, dan harmonis. Kalbar ini merupakan miniatur Indonesia, karena hampir semua suku ada di Kalbar dan bisa hidup berdampingan dalam satu lingkungan yang harmonis. Ini  merupakan modal untuk membangun daerah, karenanya setiap suku bangsa yang memiliki keragaman budaya perlu dilestarikan,” kata Akim. (novi)

(dibaca 699 X)