Pengusaha dan Nelayan Desa Sei Kakap Keluhkan BBM Langka

| Share on Facebook

Apiau : Solar Udah 2 Bulan Tak Datang

LENSAKAPUAS, PONTIANAK – Pengusaha dan nelayan di desa Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, mengeluhkan  langkanya bahan bakar minyak, BBM  jenis solar di wilayah mereka. “Hampir dua bulan BBM tak kunjung datang,” ungkap Apiau, salah satu pengusaha kepada wartawan, Sabtu, 18 Oktober 2014.

Diakuinya, dengan tidak dikirimnya BBM ke wilayah mereka, berdampak sangat besar terhadap kelancaran usaha dan aktifitas melaut. “Saya sebagai pengusaha yang menampung hasil ikan para nelayan merasa sangat besar pengaruhnya, sama halnya dengan para nelayan yang mata pencaharian sehari-hari bergantung hidup dari hasil melaut,” jelas Apiau.

Pengusaha yang memiliki 20 unit kapal itu mengungkapkan kebutuhan BBM untuk setiap bulannya berkisar 2.000 s.d 4.000 liter. Kalau terjadi seperti saat ini, kata dia, harus bisalah menghitung-hitung pengeluaran, termasuk  gaji operasional  karyawannya yang mencapai 50 0rang.

Dia mengaku heran alasan BBM bisa langka seperti sekarang ini. “Apakaha ada permainan antara pertamina dengan para spekulan BBM yang belakangan ini  marak diberitakan,” curiga Apiau.

Untuk itu, ia berharap kepada pihak pertamina untuk bisa memenuhi kebutuhan BBM jenis solar dikirim ke wilayahnya. “Tolong pihak pertamina pantau keluar masuknya BBM setiap hari, dengan adanya keadaan seperti ini, omzet kami pun ikut menurun derastis, ” pinta pengusaha desa Sungai Kakap, Apiau.

Editor :Novi
Author : Ifoel

(dibaca 563 X)