Perang Terhadap Narkoba (Bagian I)

| Share on Facebook

Written By : Boy Petra

LENSAKAPUAS – “Komitmen bukan hanya di atas kertas & di balik podium belaka, melainkan harus dibuktikan melalui tindakan nyata”. Sebuah ungkapan sederhana, namun mengandung arti dan makna yang mendalam kalau ingin dihayati secara sungguh-sungguh. Mudah diucapkan, namun sangat sukar  untuk dilaksanakan.

gubernur ajak perangi narkobaTulisan ini hanya sekedar bercerita dan mengulas balik peristiwa nyata.

Minggu (29/12/2013) sore, saat melintas di perempatan Jembatan Kapuas II, tanpa sengaja mata tertuju pada sebuah banner berukuran super gede yang terpampang tak jauh dari traffic light arah Jembatan yang dilalui pengendara dengan berbagai macam jenis type dan merk kendaraan.

Banner berukuran jumbo itu sedikit menarik perhatian penulis, sebab ada sebuah pesan moril dan ajakan yang tertuang di sana. Tulisan  bewarna kuning stroke hitam menyiratkan pesan moril serta ajakan bagi siapa pun yang membacanya.  “Saatnya Kita Perang Terhadap Narkoba”.  Selain tulisan, banner tersebut juga memuat gambar Kapolda, Gubernur, dan Kepala BNN Kalimantan Barat yang mengenakan baju kemeja putih line merah dengan logo BNN.

Dalam benak penulis sempat terpikir, kepada siapakah sebenarnya pesan tersebut ditujukan? Apakah kepada seluruh lapisan masyarakat Kalimantan Barat ataukah hanya kepada kalangan generasi muda yang dianggap rentan akan penyalahgunaan dan bahaya narkobaPolda Kalbar Sita 2,3 Kg Shabu. Lanjut Baca ... »? Mungkin bisa ditarik sebuah kesimpulan bahwa pesan moril tersebut mungkin ditujukan kepada seluruh masyarakat Kalimantan Barat.

Pastinya, banner dengan background warna merah putih dirias langit biru yang dibalut kumpalan awan putih itu memuaat sebuah pesan moril yang begitu indah dan mulia. “Perang Terhadap Narkoba”.

Sekedar mengulas balik peristiwa nyata, bukan cap jempol belaka di balik layar tiga dimensi. Beberapa waktu lalu, rakyat Indonesia, khususnya rakyat Kalimantan Barat sempat dihebohkan sebuah yakni kisah nyata seorang pejabat penting PU Provinsi Kalimantan Barat yang dicokok petugas Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya di Room 312 Hotel Iligals, Taman Sari, Jakarta Barat. Tepatnya, tanggal 29 April 2013 lalu.

Tertangkapnya pejabat PU Provinsi Kalbar itu, sontak mengangetkan banyak pihak. Termasuk Gubernur Kalimantan Barat, Drs. CornelisApel HUT RI Ke-68, Gubernur Jadi Inspektur Upacara. Lanjut Baca ... », M.H.

Menurut kupasan sejumlah media masa, ketika itu sejumlah petinggi di jajaran Pemerintahan Provinsi Kalbar sempat mengobarkan semangat juang empat lima untuk bersiap-siap menjerat PNS pengguna dan penyalahgunaan narkoba dengan pasal-pasal sakti UU PNS ………..(bersambung).

(dibaca 539 X)