Perebutan Sabuk PABA

| Share on Facebook
kim jong

Ki Chang Kim, Petinju Kebanggan Kalbar foto bersama  Christiandy Sanjaya, Wagub Kalbar  (Ft ISTIMEWA)

Ki Chang Kim Siap Kalahkan Petinju Thailand

LENSAKAPUAS, PONTIANAKEdi Kamtono Optimis Menang Satu Putaran. Lanjut Baca ... » Petinju kebanggaan Kalbar, Ki Chang Kim menyatakan siap menghadapi petinju Thailand, Petchbarngborn Kokietgym, 4 Oktober depan. Duel itu memperebutkan sabuk PABA (Pan Asian Boxing Assosiation) kelas 52,2 kilogram di Bangkok Thailand. “Saya siap mengalahkan petinju Thailand itu. Persiapan saya cukup. Sekarang dalam kondisi prima,” kata Kim-sapaan akrabnya usai bertemu Wakil Gubernur KalbarDianggap Fitnah, Gubernur Kalbar Lapor Balik Jinku Ke Polisi. Lanjut Baca ... », Selasa (23/9) kemarin.

Petinju dari sasana Kayong Utara Boxing Camp ini menyatakan, merebut sabuk PABA dari petinju negeri gajah putih itu awal kiprahnya di tinju internasional. Sama seperti Daud Jordan, sebelum menjadi juara dunia, sabuk PABA merupakan gelar pertamanya.  “Daud adalah inspirasi saya. Beliau mampu merebut sabuk PABA awal kiprahnya di tinju dunia. Nah, saya ingin merebut sabuk itu juga,” tekad anak dari pasangan Ajun dan Aci ini.

Petinju berdarah Tionghoa ini meminta doa dan restu seluruh rakyat Kalbar khususnya dan Indonesia umumnya bisa merebut sabuk tersebut. Merebut sabuk PABA bukan hanya untuk pribadinya, melainkan untuk seluruh rakyat Indonesia. Dia siap mengibarkan bendera merah putih di negeri yang dulu dikenal Siam itu.

“Semua tahu, petinju Thailand cukup alot. Namun, saya sudah melakukan antisipasi dan persiapan matang. Saya yakin dengan kekuatan doa dari seluruh rakyat Indonesia, sabuk itu bisa bawa pulang ke tanah air,” yakin Kim yang tinggal di Jalan Tanah Merah Sukadana Kayong Utara ini.

Untuk menghadapi laga internasional itu, Kim telah melakukan persiapan intensif. Hampir setiap hari ia berlatih di Sukadana. Tidak hanya latihan fisik, melainkan juga taktik dan strategi. “Sekarang tinggal doa dan kehendak Tuhan saja. Mudah-mudahan sabuk PABA jadi milik saya dan Indonesia,” harapnya.

 

Editor : novi

(dibaca 564 X)