Periksa Patok Batas Dengan Intensif

| Share on Facebook

_DSC4989LENSAKAPUAS, PONTIANAK – Batalyon Infanteri 143/Tri Wira Eka Jaya yang dipimpin langsung Komandan Batalyon Mayor Inf Jamaludin mendarat di lapangan Bandara Supadio Pontianak. Kedatangan Yonif 143/TWEJ akan melaksanakan tugas pengamanan perbatasan Indonesia-Malaysia yang akan menggatikan Batalyon Infanteri 403/WP yang telah melaksanakan tugas kurang lebih 6 bulan. Kedatangan Batalyon 143/ TWEJ akan mengisi 39 pos disepanjang perbatasan, Senin (25/11) kemarin.

Dalam upacara penyambutan Batalyon Infanteri 143/TWEJ, Pangdam XII/Tpr yang diwakili Kasdam XII/Tpr Brigjen TNIKasdam Lepas Yonif 132/Bima Sakti. Lanjut Baca ... » Anang Sutisna selaku Irup membacakan amanat tertulis Pangdam XII/Tpr mengatakan, buktikan bahwa adanya Yonif 143/TWEJ dapat memberikan harapan bagi masyarakat Perbatasan dan tetap tegaknya kedaulatan NKRI, gunakan waktu yang ada untuk selalu bersosialisasi dengan masyarakat diperbatasan serta perbanyak kegiatan sosial sehingga keberadaan Yonif 143/TWEJ dapat memberikan manfaat bagi masyarakat daerah perbatasan.

Sebagai gambaran pernah terjadi ketidak percayaan masyarakat kepada TNI karena ulah oknum prajurit yang senantiasa mementingkan keuntungan pribadi dengan memanfaatkan keadaan, hal ini saya harapkan tidak terjadi terhadap Yonif 143, pesan Pangdam.

Selain itu Pangdam XII/Tpr juga mengingatkan, seluruh anggota Yonif 143/Tri Wira Eka Jaya, wilayah perbatasan RI-Malaysia merupakan kawasan strategis dan sangat vital dalam konstelasi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Secara vital menunjukkan fakta geopolitik bahwa kawasan perbatasan sangat erat kaitannya dengan aspek kedaulatan Negara, pertahanan dan keamanan, rasa kebangsaan, ideologi, sosial, ekonomi dan politik, juga berbagai kerawanan yang mungkin timbul seiring dengan perkembangan situasi yang ada, seperti pergeseran pada patok-patok batas wilayah, penyelundupan barang jasa (Smuggling),  pembalakan liar (Illegal Logging), perdagangan manusia, baik anak-anak maupun wanita (Human Trafficking) dan masih banyak lagi permasalahan lain yang menjadi fenomena kejahatan lintas Negara yang tidak mudah ditanggulangi secara sendirian, katanya.

Ditambahkanya, Yonif 143 dalam melaksanakan tugas harus berkoordinasi dan kerjasama yang baik antar aparat yang ada diperbatasan, laksanakan patroli-patroli keamanan maupun patroli pemeriksaan patok batas secara intensif, laksanakan pembinaan kepada masyarakat di sekitar perbatasan, untuk meningkatkan rasa kesadaran berbangsa dan bernegara, Tegas Pangdam. (alam)

 

Sumber : Kaurmedmas, Pendam XII/Tpr, Kapten (Inf) Didin Saripudin.

 

 

(dibaca 683 X)