Peringatan Hari Ibu ke-88 di Kalbar, Kaban PPPA & KB Ajak Ingat Sejarah

| Share on Facebook

img-20161213-wa0002

LENSAKAPUAS, PONTIANAK – Memperingati Hari Ibu ke-88, Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Provinsi Kalimanatan Barat belum lama ini menggelar acara  seremonial di Aston Pontianak.

“Sejarah singkat Hari Ibu gema Sumpah Pemuda dan lantunan lagu Indonesia Raya yang pada tanggal 28 oktobet 1928  menggugah semanngat para pemimpin perkumpulan kaum perempuan untuk mempersatukan diri dalam satu wadah mandiri. Pada saat itu, sebagian besar perkumpulan masih merupakan bagian dari organisasi pemuda pergerakan bangsa. Pada tanggal 22 – 28 Desember 1928 diselenggarakan kongres perempuan Indonesia yang pertama kali di Jogyakarta.

Pada Tahun 1929 Perikatan Perkoempoelan Perempuan Indonesia berganti nama menjadi Perikatan Perkoempoelan Istri Indonesia. Pada Tahun 1935 diadakan Kongres Perempuan Indonesia II di Jakarta. Pada Tahun 1938 Kongres Perempuan III di Bandung. Selanjutnya dikukuhkan oleh pemerintah dengan Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 tentang Hari Nasional dan bukan hari libur tertanggal 16 Desember 1959,  yang menetapkan hari ibu tanggal 22 Desember sebagai Hari Nasional.

Peringatan hari ibu dimaksudkan untuk senantiasa mengingatkan kepada seluruh rakyat Indonesia terutama generasi muda, akan makna Hari Ibu sebagai hari kebangkitan dan persatuan serta kesatuan perjuangan kaum perempuan yang tidak dipisahkan dari kebangkitan perjuangan bangsa.

Semangat perjuangan kaum perempuan indonesia tersebut sebagai mana tercermin dalam lambang Hari Ibu berupa setangkai bunga melati dengan kuntumnya yang menggambarkan kasih sayang kodrati antara ibu dan anak, kekuatan, kesucian antara ibu dan pengorbanan anak;  kesadaran wanita untuk menggalang kesatuan dan persatuan, keikhlasan bakti dalam pembangunan bangsa dan negara.

Semboyan pada lambang Hari Ibu merdeka melaksanakan dharma mengandung arti, bahwa tercapainya persamaan kedudukan,  hak, kewajiban, dan kesempatan antara kaum perempuan dan kaum laki- laki yang merupakan kemitra sejajaran yang perlu diwujudkan dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat,  berbangsa, bernegara demi keutuhan,  kemajuan dan kedamaian bangsa Indonesia.

Ketua Panitia Ir. Anna Verdiana Iman Kalis, SH sekaligus Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak & KB Kalbar dalam sambutannya menjelaskan, peringatan Hari Ibu bertujuan mengingatkan seluruh warga Indonesia untuk mengenang dan menghargai perjuangan kaum perempuan Indonesia dalam merebut kemerdekaan.

Dalam acara tersebut, juga dihadiri unsur Forkopimda Kalbar, Asst III Setda Kalbar Lensus Kandrie yang mewakili Gubernur Kalbar membuka kegiatan, Kadis Pertanian & TPH Kalbar Ir. H. Hazairin, Kadisnakeswan Abdul Manaf, dan Wakil wali kota Pontianak Edi Kamtono. (Novi)

(dibaca 156 X)