Peringati Hari Sumpah Pemuda, Mahasiswa Fisipol Untan Gelar Aksi

| Share on Facebook

sumpah pemuda

LENSAKAPUAS, PONTIANAK – Puluhan Mahsiswa dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Tanjungpura Pontianak menggelar aksi damai dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda yang Ke-87 di bundaran Digulist Untan Jl.Jend.A.Yani, Rabu (28/10) pagi kemarin.

Koordinator lapangan M Zainuddin disela-sela aksi menjelaskan, maksud dan tujuan aksi damai yang mereka lakukan dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda. “Kita adakan aksi ini, karena sebagai pemuda Indonesia kita wajib melaksanakan untuk mengenang kembali sejarah kebangkitan pemuda Indonesia terdahulu yang telah mendirikan suatu pondasi bangunan bersama, yang kita sebut Indonesia,” ulas Zainuddin.

Maka dari itu, kata dia, para pemuda-pemudi yang ada di Indonesia jangan pernah melupakan sejarah tersebut. “Para pemuda pemudi kita terdahulu, telah mendeklarasikan Ikrar Sumpah Pemuda, tepatnya pada tanggal 28 Oktober 1928,” kenangnya.

Dalam kurun waktu 87 tahun, lanjut Zai, para pemuda-pemudi di Indonesia telah diberi semangat dan motivasi baru untuk memperjuangkan kembali eksistensinya sebagai sebuah bangsa yang berdaulat dan bermartabat.

“Peringatan Sumpah Pemuda pada tahun ini juga harus dimaknai oleh generasi penerus yang untuk bisa menjiwai serta memaknai arti Sumpah Pemuda yang setiap tahun kita peringati. Para pemuda yang ada di negara ini harus bersatu, demi mempersatukan tunas-tunas bangsa yang bisa dihandalkan. Mempersatukan tanah air, bangsa dan bahasa agar kedepannya dapat berkiprah di bangsa lain serta bisa sejajar dengan negara lain,” seru Pengurus BEM Fisipol Untan itu.

Selanjutnya, melalui moment Sumpah Pemuda juga ia berharap bisa dijadikan sebagai ajang pembenahan diri. “Mesti direvitalisasi. Kegagalan dalam memaknai hari Sumpah Pemuda kedepannya akan membuat bangsa Indonesia rentan dalam menghadapi berbagai persoalan yang begitu besar.”

Contohnya, beber Zainudiin, tentang kemiskinan, terorisme, korupsi serta kekerasan mengatas namakan suku dan agama. “Para pemuda saat ini harus bisa berperan dalam menghadapi berbagi permasalahan yang sedang dihadapi bangsa kita pada saat ini. Jangan hanya mementingkan diri pribadi saja,” tandas Zai. (Syaiful)

(dibaca 410 X)