Persit KCK Cabang LI Kodim 1207/BS Peringati Hari Kartini

| Share on Facebook

Kartini

LENSAKAPUAS, PONTIANAK – Puncak peringatan hari Kartini tahun 2016 Kota Pontianak dipusatkan dikediaman rumah dinas Walikota Pontianak Jalan Sultan Abdurahman Saleh Pontianak. Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai kalangan diantaranya Forkompinda Pontianak, kelompok PKK, Politisi organisasi wanita, para Camat serta para Lurah se-kota Pontianak, Senin (25/4).

Walikota Pontianak H. Sutarmidji.SH.,M.Hum dalam sambutannya mengatakan peringatan hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April merupakan salah satu hari-hari besar Nasional tetapi bukan hari libur nasional, sehingga perlu diselenggarakan secara khidmat, tertib dan penuh makna oleh seluruh bangsa Indonesia.

 Makna yang pelu kita cermati dari peringatan ini adalah pujangga Raden Ajeng Kartini yang merupakan seorang Pahlawan Nasional Indonesia yang dikenal sebagai pelopor kebangkitan kaum perempuan pribumi dalam ber-emansipasi sesuai harkat dan martabatnya.

 Sebab pada masa itu nilai-nilai budaya yang menempatkan martabat kaum perempuan lebih rendah dari martabat kaum laki-laki. Keadaan inilah yang menimbulkan keinginan kartini untuk memajukan kaum perempuan pribumi yang pada masa itu berbeda pada status sosial yang rendah.

 Peringatan hari Kartini kali ini bertemakan “Dengan semangat Kartini kita akhiri kekerasan pada perempuan dan anak, perdagangan manusia, ketidakadilan perempuan”. Thema ini diangkat dikarenakan keprihatinan kita melihat dan mendengar berita yang sangat menyesakkan dada yang dialami oleh perempuan dan anak-anak yang mengalami kekerasan.

Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang LI Kodim 1207//BS Ny. Popy Zacky Ariestanto selaku Ketua panitia Peringatan hari Kartini mengungkapkan diakui atau tidak pada saat ini para wanita sangatlah besar peranannya dalam berbagai bidang. Baik dalam peran pendidikan, sosial, budaya, ekonomi bahkan peran wanita telah kita rasakan diranah politik. Itu artinya wanita dapat memajukan bangsa dan negara melalui SDM yang dimiliki oleh wanita Indonesia yang dipelopori oleh sang pioneer emansipasi wanita”Raden Ajeng Kartini” yang melegenda dengan kutipan bukunya “Habis Gelap terbitlah Terang”

Dengan semakin banyaknya kaum wanita yang menduduki posisi-posisi penting bukan berarti kaum  perempuan melupakan peran utamanya sebagi ibu bagi anak-anaknya dan peran istri bagi suaminya untuk melaksanakan tugas mulia. Red(dibaca 116 X)