Perubahan Status STKIP Jadi IKIP, Tinggal Persetujuan DIKTI

| Share on Facebook

Samion : Harapkan Pemkot Dukung Infratsruktur

Prof. DR. Samion AR, M.Pd., Ketua STKIP PGRI Pontianak

Prof. DR. Samion AR, M.Pd., Ketua STKIP PGRI Pontianak

LENSAKAPUAS, PONTIANAK  – Ketua Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Pontianak, Prof. DR. H. Samion AR, M.Pd., mengungkapkan bahwa seluruh persyaratan yang diperlukan dalam perubahan status STKIP menjadi IKIP (Institute Keguruan dan Ilmu Pendidikan) sudah terpenuhi semua, tinggal menunggu realisasi dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI) saja. “Kita berharap, mudah-mudahan Dikti bisa segera menyetujuinya. STKIP PGRI Pontianak sudah siap, tetapi kita serahkan sepenuhnya kepada Dikti,” ujar Samion belum lama ini.

Ia mengungkapkan, Dikti dalam memberikan perijinan memang tidak bisa sembaranngan. Yang terpenting, kata Samion, semua persyaratan sudah dipenuhi semua. “Contohnya kemarin, berkenaan anggaran. Mengunngu APBN nya turun, ternyata saya dengan setelah APBN turun, kita belum juga punya kesempatan,” ungkapnya.

Kemudian, lanjut Samion, pihaknya mengusulkan untuk menanggulangi terlebih dulu. Akan tetapi, itu tidak boleh. “Kita serahkan saja kepada Dikti. Kalau pun memang pemerintah melihat keberadaan kita ini betul-betul membantu pemerintah dalam hal membangun masyarakat Kalbar, menurut saya tidak salah dan tidk keliru apabila pemerintah juga mengusulkan apa yang kita perjuangkan,” kata Samion.

Menurutnya, dukungan yang diberikan dari Pemerintah Propinsi sampai hari ini, hanya bersifat spirit saja. “Kalau dukungan materil, nampaknya sulit karena sudah ada ketentuan dalam penggunaan dana, sehingga untuk materil nampaknya belum terjamah.”

Sebaliknya, Samion juga mempertanyakan. “Kenapa di daerah bisa?” Contohnya ,kata dia,  Kota Singkawang, Kabupaten Bengkayang, Kabupaten Sintang, dan Kabupaten lainnya di luar Kota Pontianak justeru ada bantuan.

Ia pun menyadari, semuanya berpulang pada kemitraan dengan pemerintah daerah. Padahal, lanjutnya, STKIP PGRI Pontianak berada di ibukota Provinsi Kalbar. “Artinya, peran kita itu ada 2,  sebagai Asset Daerah Kota Pontianak dan Asset Propinsi Kalbar,” jelas Samion.

“Bahkan, sewaktu kegiatan Pengenalan Etika Kampus (PETIK) bagi mahasiswa baru kemarin, sempat mengecek asal mahasiswa. Ada yang dari Kapuas Hulu, Sintang, bahkan ada dari luar daerah, seperti Jawa Timur, Jawa Barat, Riau dan NTT,” terang Samion.

Samion menambahkan, dukungan dari Pemerintah Kota yang pihaknya harapkan, terutama mengenai infrastruktur jalan.”Kita tidak minta yang lain, yang penting Jalan Ampera ini didukung untuk mengurangi kemacetan,” pintanya. (novi)

(dibaca 1814 X)