Perusahaan Ini Disinyalir Sengaja Bakar Lahan

| Share on Facebook

pt ctbu disinyalir bakar lahan

LENSAKAPUAS, KUBU RAYA –  Undang-Undang No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan PermenLH No. 16 tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup, mewajibkan setiap kegiatan usaha untuk menjaga kelestarian lingkungan serta mencegah terjadinya kerusakan dan pencemaran lingkungan.

Pemerintah Janji Tindak Tegas Pembakar Lahan

Menyikapi banyaknya persoalan perusahaan yang kerap membuka lahan dengan cara membakar lahan, pemerintah telah mengeluarkan seperangkat aturan dan pernyataan yang tegas, mulai dari tingkat pusat hingga ke daerah mengenai ancaman bagi pihak-pihak yang melakukan pembakaran lahan.

AgroFarm.co.id, (5 September 2014) merilis, Menteri Pertanian Suswono mengatakan, setiap perusahaan berkewajiban membuka lahan tanpa bakar. Ini sudah ada pedomannya dan menjadi salah satu penilaian dalam memperoleh sertifikat Indonesian Sustainable Palm Oil System (ISPO). Persyaratan ini harus dipenuhi oleh perusahaan sawitPeluang Pengadilan Jalanan Terbuka Lebar. Lanjut Baca ... » yang akan membuka areal perkebunan baru. Ini menjadi pedoman agar perusahaan bisa ikut aktif dalam pencegahan kebakaran kebun. “Bila ada perusahaan sawit yang terbukti membuka kebun dengan membakar, maka akan dikenakan sanksi yang tegas yakni izin usaha perkebunan akan dicabut,” ujar Suswono di kantornya.

Penegasan serupa juga dikatakan oleh Menteri Lingkungan Hidup, Balthasar Kambuaya, “Penegakan hukum harus jalan. Perusahaan yang terlibat akan kita tangkap,” kata Balthasar usai pembukaan Rapat Koordinasi Regional (Rakoreg) Pusat Pengelolaan Ekoregion Kalimantan di Balikpapan, Kalimantan Timur (Republika.co  12 Maret 2014).

Begitupun halnya dengan Bupati Kubu Raya, Rusman AliMenyongsong Perubahan Birokrasi Pemerintahan di KKR. Lanjut Baca ... ». Ia bahkan beberapa kali menyatakan siap untuk mencabut izin usaha investor atau perusahaan, jika ketahuan membakar lahan untuk melakukan aktivitas produksi.  “Ini saya tidak main-main. Jika ada ketahuan perusahaan, pihak provider perumahan, atau sejenisnya yang membakar lahan, maka akan kita cabut izinnya,” kata Rusman Ali di Sungai Raya (AntaraKalbar,2 Maret 2014).
.
“Jika di lapangan ada kita temukan pihak perusahaan yang melakukan pembakaran lahan maka akan kita tindak tegas sesuai dengan aturan dan prosedur yang berlaku,” ucapnya seraya turut menghimbau kepada masyarakat Kubu Raya agar tidak melakukan pembakaran lahan yang memicu bertambah nya titik api di kabupaten Kubu Raya. (Infopublig.org, 16 September 2014).

Komitmen di Atas Kertas 

Berdasarkan ketentuan peraturan peraturan perundang-undangan yang berlaku, Direktur PT. Cipta Tumbuh Berbuah, Peterus Ani, pada 11 November 2013 membuat surat pernyataan yang memuat beberapa poin tentang komitmen pihaknya dalam melaksanakan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Kegiatan Pembangunan Perkebunan Kelapa Sawit dengan penuh rasa tanggungjawab.

“Kami bersedia dipantau terhadap segenap dampak yang ditimbulkan dari kegiatan kami, sebagaimana yang tercantum dalam dokumen UKL dan UPL ini oleh pihak yang memiliki surat tugas dari pejabat berwenang menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. Apabila kami terbukti lalai dalam melaksanakan kegiatan pengelolaan dan pemantauan lingkungan sebagaimana tercantum dalam dokumen UKL dan UPL ini, kami bersedia menghentikan kegiatan operasional perusahaan kami dan apabila terjadi kasus pencemaran yang disebabkan oleh kegiatan kami, kami bersedia bertanggungjawab dan ditindak tegas  sesuai peraturan perundang-undangan yag berlaku,” tulisnya dalam Surat Pernyataan.

Disinyalir PT. CTBu Sengaja Bakar Lahan
Sesuai komitmen pimpinan perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit yang telah mengantongi Ijin Lokasi dari Bupati Kubu Raya  No.414/SETDA/2013 tanggal 6 November 2013 dan Ijin Lingkungan UKL/UPL yang baru keluar pada September 2014 itu, tentunya Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Kegiatan Pembangunan Perkebunan Kelapa Sawit dapat dilaksanakan sesuai janji yang tertuang dalam surat pernyataan.
.
Berdasarkan penelusuran Tim LensaKapuas di lapangan, ditemukan sejumlah pelanggaran yang dilakukan oleh perusahaan yang berkantor pusat di Jakarta itu. Diduga, perusahaan yang berkantor di kompleks Pendana Pontianak itu telah melaksanakan kegiatan pembukaan lahan (Land Clearing) dan pembuatan blok kebun sebelum Ijin Lingkungan dikantongi. Bahkan, disinyalir  melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. “Sepertinya itu memang sengaja dibakar, malam-malam kami matikan apinya,” ujar warga yang berada di sekitar lokasi PT. CTBu. (TIM)

(dibaca 745 X)