Perut Terlilit Tali Sampan, Didi Tenggelam di Parit Sekadau

| Share on Facebook
didi

Ket Foto:Didi setelah dievakuasi warga/Ft.Joy

LENSAKAPUAS, SEKADAU – Didi (18) warga Sebude, Kecamatan Meliau Kabupaten Sanggau yang bekerja sebagai tenaga buruh di Sekadau pada Jumat (8/4) lalu pekan lalu ditemukan tenggelam dalam parit di Dusun Suak Payung, Desa Sungai Ringin, Kecamatan Sekadau Hilir dengan kondisi pinggang masih terikat tali perahu .

Usai ditemukan, sekitar Pukul 19.30 Wib jenazah korban langsung dibawa ke RSUD Kabupaten Sekadau untuk dilakukan visum. Tampak sejumlah rekan korban ikut mengantarkan korban menuju ke rumah sakit.

Ahmad (30) salah seorang rekan kerja korban yang juga rekan sekamar korban mengatakan, Didi sudah bekerja selama satu bulan lebih. Sebelum kejadian, kata dia, korban menunjukan sikap sedikit aneh, karena sepulangnya bekerja Didi langsung tidur. “Tidak seperti biasanya, pulang kerja dia langsung nonton dan mendengar musik hingga tertidur. Setelah Jam 21.00 Wib saya bangunkan dia dan dia langsung mandi,” ujar Ahmad pada sejumlah media saat berada di RSUD Kabupaten Sekadau.

Dikatakan Ahmad, sepulangnya berkerja, ada yang menyampaikan bahwa Didi rekannya ditemukan tenggelam dalam parit yang kedalamannya mencapai 2 meter dan sudah tidak bernyawa lagi. “Secara pasti saya memang tidak tahu kejadiannya. Tentu sangat terkejut dengan adanya kejadian seperti ini, apalagi selama bekerja Didi tidak pernah sakit atau mengeluh sakit,” ungkapnya.

Terpisah, AKP K Purba, Kasat ReskrimPolresta Pontianak Gelar Perkara 332 Kasus. Lanjut Baca ... » Kepolisian Resor Sekadau mengatakan, korban merupakan seorang pekerja di kebun milik Atung Fajar. Sekitar Pukul 13.30 Wib, korban sedang menarik sampan yang bermuatan batu. Tino rekan korban juga mengisi batu ke dalam karung.

Namun hingga Pukul 16.30 Wib, korban kunjung muncul untuk mengambil batu, hingga rekan-rekan kerjanya mencari.  “Saat itu Tino menelepon Yulianto dan menanyakan korban tidak ada balik untuk mengambil batu,” kata Kasat, saat dikonfirmasi Sabtu (9/4).

Karena korban tidak muncul, kata Purba, Yulianto bersama Tino dan enam pekerja lainnya mencari korban ke tempat pengambilan batu. Setelah tak menemukan korban di lokasi tersebut, lanjutnya, sekitar Pukul 18.00 Wib rekan korban melakukan pencarian di sekitar galian parit. “Benar saja, di dalam parit tersebut Tino menemukan korban tenggelam dengan posisi perut korban terikat oleh tali sampan. Setelah korban diangkat dari dalam parit tersebut, langsung dilaporkan kepada polisi,” ulas Purba.

Dikatakan Purba, berdasarkan keterangan saksi-saksi dugaan sementara korban meninggal akibat kelalaian korban tersebut. “Berdasarkan informasi dari dokter hasil visum tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban,” tandasnya. (Joy)

(dibaca 143 X)