Peserta Jambore Anak Indonesia Se – Malaysia Dibekali Wawasan Belneg

| Share on Facebook

jambore 2LENSAKAPUAS, SABAH – Dalam rangka mendukung pelaksanaan Jambore Anak Indonesia Se-Malaysia Ke-2 yang dibuka pada tanggal 10 November 2015 dan berlangsung hingga 13 November 2015 di Nature Scout Park, Sandakan-Sabah, Perwira ILO TNI Kota Kinabalu Mayor Kav Jemmy Sitorus yang didampingi Ba ILO TNI Sertu Joko dan Perwira ILO TNI Tawau Kapten Inf Yoso Sudiro, memberikan Pembekalan Wawasan Kebangsaan dan Pengetahuan Pendidikan Bela Negara kepada para peserta Jambore yang berasal dari perwakilan siswa CLC (Community Learning Center, lembaga pendidikan yang didirikan untuk mendidik para anak-anak Buruh Migran Indonesia) yang ada di Sabah Malaysia.

Di depan peserta Jambore sebanyak 660 Orang yang mengikuti pembekalan tersebut, Perwira ILO TNI mengupas tuntas tentang makna dari Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara. Menurut pemateri bahwa Wawasan kebangsaan memiliki peran yang vital untuk mewujudkan keutuhan bangsa yang sudah mulai memudar dalam hal rasa cinta tanah air dan penghargaan terhadap bangsa dan Negara. Pudarnya rasa nasionalisme ini diakibatkan pemahaman dan kepedulian masyarakat kita akan wawasan kebangsaan semakin minim. Terlebih lagi dalam kondisi saat ini, dimana banyak masyarakat Indonesia, terutama generasi muda yang sudah tidak paham lagi tentang pilar kehidupan berbangsa dan bernegara, akibatnya timbul berbagai permasalahan kebangsaan di negeri ini. Seperti yang terjadi belakangan ini; tawuran antar pelajar, demo anti pemerintahan, pembakaran bendera merah putih oleh sekelompok mahasiswa pada saat demo, pengrusakan sarana umum di jalanan, pelajar yang mengeroyok pekerja pers, pemboman di rumah ibadah, perselisihan antar kelompok masyarakat, antar golongan, antar agama, dan antar etnis, dan banyak lagi permasalahan bangsa ini yang tidak mampu sadar dengan sendirinya.

Selain materi Wawasan Kebangsaan, pemateri juga memberikan materi Bela Negara sebagai modal dasar para generasi muda untuk membantu menjaga keutuhan wilayah  NKRI suatu saat nanti bila Negara membutuhkan. Sebagai landasan hukum yang mengatur tentang Bela Negara yaitu tercantum dalam UUD 1945 Bab X Pasal 27 Ayat (3) yang berbunyi bahwa setiap warga Negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya Bela Negara.

Gerakan Pramuka yang merupakan bagian dari Komponen Cadangan dalam sistem pertahanan Negara juga harus turut dalam upaya Bela Negara, dimana bila dibutuhkan oleh Negara sewaktu-waktu seluruh anggota Pramuka harus siap digunakan kemampuannya. Maka dari itu perlu diadakannya latihan pendidikan dasar bagi para anggota Pramuka. Untuk menanamkan nilai-nilai disiplin dan mental kejuangan dalam kehidupannya, sehingga akan tercipta anggota Pramuka yang sekaligus pelajar yang dapat dipertanggungjawabkan sikap dan perilakunya. Hal ini sejalan juga dengan Tugas Pokok TNI yaitu dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP) dimana salah satunya yaitu memberdayakan wilayah pertahanan dan kekuatan pendukungnya secara dini sesuai dengan sistem pertahanan semesta.

Semua komponen masyarakat harus bertanggung jawab dalam melakukan  pemasyarakatan wawasan kebangsaan dengan cara sendiri yaitu misalnya melalui media massa (cetak maupun elektronik) dan pemberian pendidikan wawasan kebangsaan (lokakarya, seminar, dan lainnya). Dan diharapkan tidak saja aplikasi yang dialogis saja tetapi harus dapat dilaksanakan dengan praktek yang sebenarnya sehingga para generasi dapat memahami dan mengerti apa yang harus dilakukan.

Kegiatan pembekalan ini berjalan baik dimana para pesertanya cukup antusias dalam mengikuti pembekalan yang diberikan oleh pemateri. Dalam menutup pembekalannya, Perwira ILO TNI berharap kiranya kegiatan semacam ini bukan hanya dilakukan oleh Pramuka saja tapi juga dapat dilaksanakan oleh seluruh komponen masyarakat Indonesia yang ada di Sabah ini terutama para generasi muda yang merupakan tulang punggung Negara ini, untuk menumbuhkan nilai-nilai kejuangan dan cinta tanah air. (Red)

Rilis : Pendam XII/Tpr

(dibaca 554 X)