Pesta Emas SMA Santo Paulus Pontianak

| Share on Facebook
Kegiatan Pesta Emas (HUT Ke-50) SMA Santo Paulus Pontianak (foto;novi)huT SMA ST. Palusus ke 50

Kegiatan Pesta Emas (HUT Ke-50) SMA Santo Paulus Pontianak (foto;novi)huT SMA ST. Palusus ke 50

Sumijo : Kata Orang SMA Santo Paulus Merosot

LENSAKAPUAS, PONTIANAK - Ingin mengembalikan kejayaannya dimasa silam, SMA Santo Paulus menggelar kegiatan reuni akbar, yang merupakan rangkaian agenda Hari Ulang TahunAngin Segar Bagi Ponpes Darunnaim . Lanjut Baca ... » (HUT) SMA Santo Paulus ke-50.  “Kata orang, SMA Santo Paulus sekarang agak merosot. Sebenarnya bukan demikian, tetapi mungkin karena sekolah lain baru muncul langsung melejit,” kata Fransiskus Sumijo, ketua harian SMA Santo Paulus Pontianak disela-sela kegiatan pesta emasnya yang ke-50 di halaman SMA Santo Paulus, Jl. AR. Hakim Pontianak. Kamis, 10 oktober 2013.

Menurut dia, untuk mengembalikan kejayaan dimasa lalu, kerjasama dari para alumni sangat penting diintensifkan kedepannya. “Input anak-anak untuk sekolah di SMA Santo Paulus itu agak menurun, mereka lebih senang sekolah ke tempat lain. Termasuk juga orang tua, yang dulunya alumni SMA Santo Paulus juga lebih senang menyekolahkan anak mereka ke tempat lain,” kata dia.

Untuk itu, Sumijo menginginkan agar  para alumni untuk semakin mempererat persahabatan dan kerjasama dengan pihak sekolah. Keberhasilan para alumni saat ini, kata dia, juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi pihak sekolah. “Walikota PontianakTiga Hal Ini Jadi Prioritas Paryadi - Sebastian. Lanjut Baca ... », Sutarmidji, Bupati Sambas, Wakil Bupati Sekadau, Wakil Bupati Sanggau, itu alumni-alumni SMA Santo Paulus. Belum lagi pengusahannya,” ujar Sumijo.

Sumijo tak menampik kalau yang bersekolah di SMA Santo Paulus mayoritas siswanya berasal dari kalangan etnis Tionghoa. “Alumninya banyak yang jadi pengusaha,” tukasnya. “Tapi kami tidak membatasi hanya pada orang tertentu ataupun  etnis tertentu saja, walalupun sekolah kita memang berciri khaskan Katolik, akan tetapi pendidikannya itu lintas agama dan lintas suku,” imbuhnya.

Dalam keterangannya, Sumijo juga mengungkapkan, kalau sudah terbentuk wadah yang menaungi para alumni SMA Santo Paulus Pontianak, yakni Ikatan Alumni Santo Paulus (Insantop). “Alumni membeck up kegiatan-kegiaan sekolah jika ada kegiatan OSIS, mereka pada datang ke Insantop, termasuk suport dana kalau ada kegiatan,” tandasnya.  (novi)

(dibaca 130 X)