PK Lomenik KSBSI Ancam Demo PT. Steadfast

| Share on Facebook

pk lomenik ksbsi

LENSAKAPUAS, PONTIANAK – Terkait konflik internal PT. Steadfast Marine Pontianak yang sempat mencuat beberapa waktu lalu, Kepala Bidang Hubungan Industrial (Kabid HI) Dinas Tenaga kerja dan Transmigrasi kota Pontianak A. Affan, SH berjanji, pihaknya akan segera memanggil manajemen PT. Steadfast marine Pontianak. “Segera, minggu depan pada hari rabu atau kamis kita akan panggil mereka agar permasalahan cepat selesai,” janji Affan belum lama ini kepada Pengurus Komisariat (PK) Lomenik PT. Steadfast Marine Pontianak dibawah naungan Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Kalimantan Barat (KSBSI-KALBAR).

Dalam audensi itu, Tim Advokasi KSBSI Kalbar Suherman, SE dkk bersama 8 orang pengurus PK berjanji akan mengawal persoalan tersebut hingga tuntas. “Kami akan terus mendampingi kawan-kawan di PK ini sampai adanya titik temu antara perusahaan dan karyawan,” kata Herman.

Usai pertemuan, ketua PK PT. Steadfast Marine Pontianak Yayan Darmiansyah mengatakan, pihaknya akan terus berjuang sampai berhasil. “Kami tidak gentar apapun resiko yang akan kami hadapi, kami dengan segenap anggota sudah siap, bahkan jika PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) yang harus menjadi pilihan sekalipun,” ujar Yayan berapi-api.

Ia menjelaskan, bahwa permasalahan yang mereka hadapi saat ini muncul ketika pihaknya mengajukan bipartit kepada manajemen perusahaan. “Tetapi malah dijawab dengan laporan kepada pihak kepolisian oleh manajemen perusahaan. Kami sebenarnya hanya ingin semuanya berjalan sesuai dengan ketentuan undang-undang yang berlaku, tidak lagi ada keegoisan pemilik perusahaan. Mari kita selesaikan semuanya dengan baik-baik, karena kami juga sebenarnya masih ingin bekerja dan mengembangkan perusahaan ini, namun jika perusahaan sudah tidak menginginkan kami lagi tolong jangan mencari-cari kesalahan yang tidak kami perbuat,” kata Yayan.

Menurut dia, sebenarnya perusahaan tidak ingin serikat buruh ada di perusahaan tersebut, hanya saja mereka tidak berani terang-terangan untuk menolaknya. “Kami siap bekerja sama dengan perusahaan, namun kami juga siap mogok kerja bahkan demo besar-besaran jika pihak perusahaan terus mengabaikan semua permasalahan ini. Kita lihat hasil pertemuan di Naker Kota minggu ini,” tandas Yayan  (fauzi)

(dibaca 282 X)