PLB Aduk Termegah

| Share on Facebook

IMG-20170317-WA0007

LENSAKAPUAS, SAMBAS – Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Aruk ternyata paling mewah dari beberapa PLBN yang ada di Kalbar. Hal itu diungkapkan sendiri oleh Presiden Joko Widodo, ketika meresmikan PLBN Aruk di Sajingan Kabupaten Sambas Kalimantan Barat, Jumat (17/3) pekan lalu.

“Masyarakat Sambas dan Kalimantan Barat sekarang boleh berbangga, karena dari tiga PLBN di Kalbar yang bangun, PLBN Aruk menjadi yang termegah di antaranya.”ujar Joko Widodo.

Dirinya berharap PLBN Aruk bisa dimanfaatkan benar oleh masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraannya. Jangan sampai PLBN ini hanya sebagai kantor untuk mengurus imigrasi, tetapi harus bisa memberikan manfaat lebih masyarakat. Menurutnya, saat ini pertumbuhan ekonomi Kalbar sudah sangat bagus, sebesar 5,22 persen dan berada di atas rata-rata nasional.

“Ini tentu harus dipertahankan, agar tidak jatuh. Dengan dibukanya tiga PLBN di Kalbar, ini kita harap bisa terus meningkat,” kata Jokowi.

Selain itu, Joko Widodo juga berpesan untuk selalu menjaga kerukunan dan persaudaraan sebagai bangsa indoensia. “Jangan sebentar-bentar demo, harga bensin naik 500 rupiah saja sudah demo, yang korupsi gede kok gak di demo,” ujarnya.

Gubernur Kalbar Cornelis dalam sambutannya mengucapkan terimakasih ke Presiden yang sudah berkunjung 7 kali ke Kalimantan Barat, dan ada satu lagi persoalan batas yang belum selesai yang di Camar Bulan, Temajuk,” katanya.

Cornelis mengatakan PLB Aruk harus dijaga apalagi Dayak dan Melayunya sama dengan yang negara tetangga Malaysia.

Cornelis mengharapkan masyarakat dan pemerintah kabupaten Sambas memanfaatkan keberadaan Pos Lintas Batas Negara Aruk sebagai sarana mempercepat pembangunan dan perekonomian daerah.

“Saat zaman konfrontasi daerah ini sebagai pertahanan, dimana banyak tentara kita menjadi korban PGRS. Namun, saat ini kemajuan daerah ini sangat luar biasa, sehingga keberadaan PLBN Aruk ini harus mampu menjadi pengungkit ekonomi masyarakat, agar daerah ini bisa lebih berkembang,” kata Cornelis.

Atas pembangunan PLBN Aruk tersebut, dirinya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh jajaran pemerintah RI, sehingga PLBN Aruk menjadi beranda terdepan bagi Indonesia yang membanggakan bagi masyarakat Kalbar.

“Kepada masyarakat Aruk, kecamatan Sajingan, jalur internasional sudah dibuka, segala aturannya juga sudah jelas, sehingga ini bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk kemajuan masyarakat dan daerah ini,” tuturnya.

Namun menurutnya, ada masalah yang perlu ditangani bersama khususnya untuk arus keluar masuk barang, sehingga masyarakat diminta untuk jangan lagi ada yang menggunakan barang-barang illegal.

“Ini menjadi tugas kita bersama agar bisa menjaga daerah kita dari masuknya barang-barang ilegal, terutama narkoba. Kalau ada informasi ada yang mau memasukkan narkoba, tolong laporkan kepada pihak yang berwajib, agar barang itu tidak masuk ke tempat kita,” kata Cornelis.

Dirjen Cipta Karya Kementrian PUPR Sri Hartono, mengatakan bangunan PLBN ini untuk tahap pengerjaan pertama memakan biaya sebesar 131 Miliar dan untuk tahap kedua memakan biaya 201 Miliar dan akan rampung pada akhir 2018.

“Bangunan saat ini yang diresmikan Pak Presiden menghabiskan anggaran sebesar 131 Miliar dan untuk tahap selanjutnya selesai pada akhir 2018 dengan biaya sekitar 201 Miliar,” ungkapnya.

Dirinya menjelaskan pula, bentuk bangunan utama PLBN Aruk mengadopsi arsitektur tradisional Rumah panjang yang merupakan rumah adat masyarakat Dayak.

Ornamen dan bangunan juga mengadaptasi corak ukiran tradisional Dayak. PLBN terpadu aruk menggunakan pendekatan peningkatan kualitas dengan tidak melakukan parombakan total terhadap bangunan utama. ( Nasir/red)

(dibaca 164 X)