Polda Kalbar Dipraperadilkan

| Share on Facebook

LensaKapuas,Pontianak-Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Barat kembali dipraperadilankan, atas  kasus penipuan dan penggelapan uang sebesar Rp.250.000.000 milik  Lenda Mariani yang diduga dilakukan oleh Erhasan, mantan suami Lenda yang ditangkap  oleh pihak Kepolisian Daerah (Polda) KalbarHari Pertama Kapolda Baru Kalbar Ngantor. Lanjut Baca ... » di Jakarta beberapa waktu lalu.

Kuasa Hukum Erhasan,  Andel, SH,MH mengatakan penahanan kliennya tidak sah dan tidak sesuai dengan
Kitab UU Perdata.  “Kami selaku kuasa Pemohon Pra mewakili Erhasan, bahwa tindakan kepolisian
Polda KalbarGerak Jalan Santai & Fun Bike Hut Bhayangkara Polri. Lanjut Baca ... » dalam penahanan dan penangkapan Erhasan tidak sah secara
hukum’’ Ujar Andel.  “Dalam permohonannya, surat perintah untuk membawa Erhasan dari Jakarta yang
di tanda tangani pada tanggal 17 Mei 2013 oleh AKBP Mosyan Nimitch, S.ik, MH selaku wakil Direktur Reskrimum dengan nomor ; S.Pg/578.c/V/2013/Dit reskrim  tidak ada cap/stampel. Pihak kepolisian yang menangkap Erhasan telah melanggar pasal 17, 18, 19, 20, dan 21 KUHAP,” Ungkap Andel.

“Surat perintah membawa itu tidak sah, karena tidak ada cap. Kemudian lupus dilicti yang dituduhkan juga tidak jelas, karena terjadi bukan  di wilayah Polda Kalbar.’’ Tegas Andel.

Sementara, Kuasa Hukum terlapor, Polda Kalbar, Kompol Wahyudi SH.MH  membantah, kalau penahanan
Erhasan dikatakan tidak sah.  “Uang yang digunakan oleh saksi korban untuk membeli saham BNI sekuritas tersebut terjadi sebelum adanya  ikatan perkawinan, sehingga benar kasus ini adalah murni pidana,” jelas Wahyudi.  (cc)

(dibaca 824 X)