Polda Kalbar Tangkap Pemilik Bom Ikan

| Share on Facebook

pemilik

LENSAKAPUAS, PONTIANAK – Dua orang tersangka pemilik bahan peledakInteldim 1202/Skw Sita 36 Karung Bahan Peledak di Wilayah Perbatasan. Lanjut Baca ... » tanpa ijin dan mengedarkan pupuk yang tidak sesuai dengan standar mutu yang ditangkap oleh jajaran Polres Sambas, Minggu (08/09) beserta barang buktiInteldim 1202/Skw Sita 36 Karung Bahan Peledak di Wilayah Perbatasan. Lanjut Baca ... » 4 buah karung seberat 25 kg, terdiri dari 1 buah karung Porous Grain Ammonium Nitrate dan 3 buah karung Porous Prills Ammonium Nitrate diserahkan ke Mapolda KalbarHari Pertama Kapolda Baru Kalbar Ngantor. Lanjut Baca ... ». Selasa (10/09/2013).
 
Kapolres Sambas, AKBP Wandy Aziz mengungkapkan, penangkapan bermula dari informasi masyarakat bahwa Bachtiar alias Ki Abok Bin Mahbu, ABKKapal Kargo Express Angkut 19 Kg Ganja Kering. Lanjut Baca ... » Kapal Terigas III, yang tinggal di Dusun Sintete RT 006 RW 002, Desa Singaraya, Semparuk, Sambas membawa 4 buah karung berisi bahan peledak masing-masing seberat 25 kg dibungkus dalam kardus susu SGM tanpa dilengkapi dokumen surat izin, terletak di atas Palkah Kapal Perintis KM Terigas III yang sedang bersandar di Pelabuhan Sintete. Dari laporan masyarakat tersebut, Jajaran Sat Reskrim Polres Sambas bersama Polairud  bergegas mengamankan Bachtiar  beserta barang bukti untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
 
Dari keterangan Bachtiar, kata Wandy, barang tersebut merupakan titipan  Wahyudi yang beralamat di Pemangkat dan akan di bawa ke Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Selanjutnya, jajaran Sat Reskrim Polres Sambas mengembangkan dan menelusuri keberadaan Wahyudi. Menurut keterangan  keluarga Wahyudi, saat itu orang yang dicari sedang pergi ke Sei Pinyuh. Kemudian, petugas minta pihak keluarga untuk menghadirkan yag bersangkutan ke Polres Sambas. Didampingi keluarga, senin (09/09) siang Wahyudi datang untuk pemeriksaan. 
 
Hasil keterangan, Wahyudi mengakui barang tersebut kepunyaanya, yang ia beli dari Ano yang beralamat di.Sambas, dengan harga Rp.750.000/karung dan akan dibawa ke Tanjung Pinang  Kepulauan Riau untuk kemudian dijual lagi kepada Iswanto, Tanjung Pinang, Kep Riau dengan harga Rp. 1.100.000,-/karung.
 
Wahyudi juga menjelaskan bahwa sebelumnya pernah menjual barang yang sama kepada  Iswanto sebanyak 2 karung. Ia pun membenarkan dan mengakuim, Ammonium Nitrate tersebut untuk membuat Bom Ikan
 
Kapolda KalbarPolda Kalbar Kerahkan 1.039 Personil Operasi Kapuas Ketupat 2015. Lanjut Baca ... », Brigjen Pol Tugas Dwi Apriyanto, menyampaikan bahwa penangkapan 2 orang yang membawa bahan terlarang tersebut tidak dilengkapi dengan dokumen dan keperuntukannya sudah menyalahi ketentuan, aturan barang-barang tersebut harus mempunyai ijin dari instansi yang terkait maupun dari pihak yang berwenang. "Untuk itu, tersangka akan dijerat dengan pasal  Undang Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Sajam/Handak dengan Ancaman Hukuman 20 Tahun Penjara dan atau Pasal 60 Ayat (1) Huruf F UU 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman Dengan Ancaman Hukuman 5 Tahun Penjara. Kasus ini akan dikembangkan terus oleh jajaran Polda KalbarTruck Fuso Pengangkut Lelong ditangkap Petugas. Lanjut Baca ... »," ujarnya
 
(Alam)

(dibaca 765 X)