Polisi Becking Indomobil Tagih Konsumen Nunggak

| Share on Facebook

indomobilLENSAKAPUAS, MEMPAWAH – Perusahaan pembiayaan Indomobil Cabang Sui Pinyuh Kabupaten Mempawah Kalbar dinilai berbuat sewenang-wenang terhadap salah satu konsumennya atas nama Wan Rosneliyani.

Menurut penuturan Rosneliyani, dirinya mengambil kendaraan roda dua pada Indomobil pada tahun 2013 dengan cara dicicil selama 18 bulan, perbulannya sebesar Rp.728 ribu. Delapan bulan pertama, kata dia, pembayaran cicilan berjalan dengan lancar, namun menginjak bulan ke-9 terjadi keterlambatan selama 3 bulan, akan tetapi keterlambatan tersebut langsung dilunasi.

Selanjutnya, pada bulan ke – 12 angsuran pembayaran macet lagi hingga bulan ke-14. Karena menyangkut tanggungjawab, Iwan suami Wan Rosneliyani pun berupaya melakukan pembayaran cicilan selama 2 bulan, cicilan tersebut dibayarkan kepada debt collectorDebt Collector Main Rampas Kendaraan. Lanjut Baca ... » sdr. Dede. Namun, beberapa bulan kemudian, kata Iwan, pihak perusahaan leasing menuntut Wan Rosneliyani untuk mengembalikan sepeda motor, dengan alasan sudah lama tidak membayar cicilan.

Mendengar hal itu, Iwan mengaku heran, sebab berdasarkan  hitungan dirinya sisa cicilan hanya tinggal 4 bulan lagi.

Tidak lama berselang, lanjut Iwan, muncul panggilan telpon nomor poselnya. “Panggilan itu dari seorang petugas kepolisian Polres Mempawah inisial NR untuk menghadap di kantor,” ucap Iwan.

Ketika datang dan ketemu dengan NR di ruang kerjanya, ungkap Iwan, dirinya  disuruh menyerahkan sepeda motor beserta kuncinya dengan alasan sepeda motor tersebut cicilanya tidak dibayarkan.

Setelah sepeda motor diserahkan kepada NR, Iwan kemudian mendatangi pihak leasing Indomobil yang terletak di Sui Pinyuh untuk menanyakan perihal penarikan sepeda motor dan konfirmasi pembayaran cicilan. Keterangan yang didapat dari pihak leasing ternyata atas sepeda motor tersebut belum dibayarkan cicilanya selama 7 bulan.

Merasa tidak terima dengan perlakuan kesewenang-wenangan pihak leasing, Iwan berupaya mengkonfirmasi pihak Indomobil dengan ditemani wartawan.

Ditemui di ruang kerjanya, pimpinan Indomobil Sui Pinyuh menyatakan bahwa prosedur yang ditempuh oleh pihkanya sudah benar dan ia menegaskan bahwa setiap ada masalah dengan konsumen terkait tagihan, Indomobil melakukan penarikan dengan bantuan aparat kepolisian.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris LAKILaki Kalbar Desak Kejati Usut Kasus Perumahan Khusus Rakyat. Lanjut Baca ... » DPC Mempawah Iswandi berpendapat, seharusnya pihak leasing harus menempuh prosedur yang benar dalam proses penarikan sepeda motor tersebut seperti yang telah tertuang dalam PMK Th.2012, dan dalam melibatkan pihak kepolisian pun tidak dibenarkan.

“Yang berhak mengambil kendaraan kredit adalah petugas yang mendapatkan mandat dari pengadilan negeri berdasarkan putusan pengadilan. Terhadap kasus yang terjadi dengan sdr Iwan dan isterinya Rosneliyani, pihak leasing menggunakan jasa kepolisian hanya untuk menakut-nakuti agar mau menuruti prosedur yang mereka terapkan sendiri. (Wie/Redaksi)

(dibaca 538 X)