Polisi Tidak Mampu Tangkap Bos CV Delta Mas, Ada Apa ?

| Share on Facebook
Ridwan

Ridwan

LENSAKAPUAS, PONTIANAK –  Terdakwa kasus tipokor pengadaan komputer Laboratorium Bahasa Dinas Pendidikan Kabupaten Sambas Ridwan kembali mempertanyakan kinerja aparat Penyidik Polres dan Kejaksaan Negeri Sambas yang tidak mampu menangkap tersangka lain dalam kasus yang sedang melilitnya tersebut. Ia pun mensinyalir ada indikasi pembiaran terhadap kontraktor pelaksana proyek bos CV Delta Mas Amir Mahmud  yang  menikmati uang negara itu supaya kabur.

Saya dan kontraktor dijadikan tersangka, tapi ternyata hanya saya saja yang ditahan dan dijadikan terdakwa padahal tidak sepeserpun honor saya sebagai PPK dibayar, sementara yang nyata-nyata menikmati uang negara itu seolah-olah seperti diatur agar bisa kabur” ungkap Ridwan kepada LensaKapuas sebelum mengikuti sidang dengan agenda mendengar keterangan saksi di PN Pontianak belum lama ini.

Tudingan Ridwan bukannya tanpa alasan, sejak pemeriksaan awal sebagai tersangka hanya dirinya yang ditahan dan kontraktor tidak ditahan, padahal sama-sama diperiksa dan ditetapkan sebagai tersangka. Bahkan kabar yang ia terima, Direktur CV Delta Mas  baru ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) pada Oktober 2014, sementara dirinya ditahan bulan Juni 2014.  “Saya pun masih ada menyimpan bukti rekaman rapat, yang menyatakan kalau saya harus mengakui perbuatan yang tidak dilakukannya. Ada rekaman buktinya, bahkan ada bukti- bukti lain yang bisa menyeret mereka yang lain,” beber Ridwan. 

Terhadap kejanggaln tersebut, PPK proyek yang saat ini ditahan di Rutan Kelas II B Pontianak itu meminta kepada jajaran kepolsiian Polda Kalbar untuk bertindak dan berlaku  adil dalam  proses penegakan hukum yang berlaku.  

Sebelumnya, Ridwan ditetapkan sebagai tersangka pengadaan 234 unit komputer clien dan 13 unit server dengan nilai Rp1,6 milyar dan dikenakan Pasal 2 Ayat 1 Jo Pasal 3 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah menjadi UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana KorupsiSidang Tipikor Irigasi Jangkang, Saksi Buka Kartu. Lanjut Baca ... », dengan ancaman pidana kurungan 20 tahun penjara. (red)

(dibaca 842 X)