Pontianak Bakal Produksi Kapal Keruk

| Share on Facebook
Kapal keruk pontianak
LENSAKAPUAS, PONTIANAK – Wagub cerita kapal ikan, sumber ngomong kapal keruk. “ Nanti, kalau sudah selesai, kapal kita panjangnya 85 meter, lebar 16 meter, tinggi 9 meter dan kapasitasnya  2500 meter kubik serta dilengkapi katelsaption, pipa panjang otomatis and komputerisasi, “ katanya.

Wakil Gubernur Kalbar buka workshop Pengembangan Industri Galangan Kapal. Aktivitas yang dimotori oleh Disperindag Kalbar berlangsung di hotel Gajah Mada Pontianak. Bertindak selaku nara sumber, Direktur Industri Maritim Kedirgantaraan Alat Pertahanan Kementrian Perindustrian, Hasbi Assidiq dan Bos PT. SHIPYARD, Rudi Kurniawan.

Diatas podium, Wagub mengatakan kalau ingin membangun maritim, tentu kita melihat cara pandang laut termasuk kapalnya sebagai penghubung. Dilihat dari pemanfaatan sumber daya alam, Kalbar memang memerlukan kapal penangkapan ikan. Apalagi disini termasuk daerah yang ikannya banyak dicuri orang.  Sementara informasi yang didapat, armada patroli sering kekurangan suporting dan BBm. Nah kedepan, ini harus disuport jangan sampai kapal maling lari lebih cepat.

Bagaimana gebrakan pemerintah pusat menjadi harapan semua pihak sehingga praktek seperti itu tidak terjadi lagi dan pada akhirnya kekayaan laut betul-betul dapat dirasakan oleh penduduk, bukan hanya Kalbar, tetapi sekitar Riau hingga kepulauan natuna.

Hasbi Assidiq, Direktur Industri Maritim Kedirgantaraan Alat Pertahanan Kementrian Perindustrian mengungkapkan, Kalbar sudah ada 8 galangan kapal, pemerintah pasti suport, terutama penguatan sumber Daya Manusia (SDM) melalui traning-traning manajemen galangan  Kapal. Kemudian memberikan pelatihan-pelatihan pengelasan, sebab kapal-kapal tersebut pasti ada pengerjaan ulang, ikut melakukan promosi maupun pameran bahwa Indonesia sudah bisa membuat kapal.

Terlibat dalam regulasi juga diperlukan, tujuannya agar kedepan nanti kapal bikinan dalam negeri bisa bersaing dengan kapal buatan luar. Salah satu regulasi akan diberikan fiskal terkait dengan PPN dan Bea Masuk komponen yang lebih kompetitif. Kalau komponen masih banyak import, berarti apa yang dikatakan wagub, kesempatan para pelaku di kalbar terbuka lebar untuk membuat komponen kapal.

Indonesia, kata Hasbi, ada namanya pusat desain dan rekayasa kapal, di Surabaya kampus ITS.  Jadi kita bisa mengambil desain-desain dari sana. Fokusnya sekarang adalah bagai mana galangan kapal yang ada di Indonesia termasuk di kalimantan semakin kuat dan menjadi galangan kapal raksasa di dalam maupun luar negeri.

Dilain sisi, Bos PT. SHIPYARD Rudi Kurniawan Logam menyebutkan dari tahun 2008 sampai sekarang kita sudah bangun beberapa unit kapal dengan belanda, salah satunya adalah kapal cepat, terakhir kapal keruk. Memang kapal keruk pertama diproduksi Belanda atau Eropa. Kebetulan sekarang Indonesia menjadi negara pertama yang di tunjuk, khususnya di Pontianak.

STEADFAST MARINE, katanya, didirikan pada tahun 2004. Kalau dihitung hingga sekarang, berarti sudah masuk tahun kesepuluh. Dalam kurun waktu 10 tahun itu kita sudah membangun kurang lebih 60 – 65 kapal. Bahkan Belanda pesan kapal cepat dan kapal alumunium yang kecepatannya sampai 30 not. Kapal tersebut akan digunakan untuk membawa penumpang ke-pengeboran lepas pantai.

“ Kapal itu digunakan buat ngangkut penumpang, karyawan dan membawa pekerja dari darat menuju pengeboran. Sekian tahun kita kerja sama dengan mereka, nah 2 tahun terakhir ini, kepercayan untuk membangun kapal keruk diserahkan ke-kita. Jadi sejak tahun 2012 hingga  detik ini pekerjaannya sudah masuk tahap penyelesaian, “ terang Rudi.

Orang berpikir ini sesuatu yang simple padahal menurut Rudi tidak. Dari awal 2004 sejak berdirinya perusahaan ini, katanya, komitmen kita lebih ke-arah kualitas. Memang perusahaan galangan kapal lain banyak, tetapi cara melihatnya tentu dari proses pembuatan. Bayangkan jangka waktu sekian tahun kami bisa menarik Belanda dan mungkin singapore. Apalagi mereka sudah datang melakukan observasi serta memperhatikan proses produksinya. Semua yang kita buat sesuai standard produksi Kapal skala Internasional.

Rudi mencontohkan cara pemotongan. Mungkin orang seringkali menganggap enteng, misalnya plat-plat itu di potong, dijoin dan langsung di-las. Padahal prosesnya tidak sesingkat yang dikira. Perlu sambungan dengan ukuran tertentu termasuk pemolesan agar hasil pengelasan betul-betul menyatu tidak main asal las.

Terkait dengan bahan baku, Kata Rudi, secara nasional tidak masalah. Persoalannya cuma listrik dipontianak saja.  Kami sudah mohon kepihak PLN untuk bisa memberikan daya listrik namun masih ditolak, terpaksa menggunakan generator. Cos kebutuhan daya memang lebih tinggi tetapi disiasati dengan efesiensi yang lain. Untuk skala STEADFAST saja minimal butuh 1 mega sementara kondisi genset sudah segitu, sedangkan listrik yang didapat cuma 150.000 watt. Itupun digunakan buat penerangan, sisanya dipakai produksi dan dibantu generator.

Sejak tahun 2008 hingga kini, Rudi bilang Investasi dengan belanda untuk membangun kapalnya kurang lebih 30 juta euro. Umumnya, kapal keruk canggih semua berasal dari belanda. Kapal kita nanti menggunakan katelsaption, pipa panjang otomatis dari samping yang turun kedasar sungai dan mulai mengeruk sendiri serta ditampung didalam kapal. setelah selesai dibawa ke areal tertentu sesuai petunjuk perhubungan laut, pintunya dibuka, dibuang dan ditutup lagi.

“  Jadi sangat efisien dan terkomputerisasi. Panjang kapal mencapai 85 meter, lebarnya16, tinggi dari lambung sampai kedasar 9 meter dan kapasitasnya  2500 meter kubik. SDM yang mengerjakan STEADFAST full anak kalbar. 10 orang tenaga asing yang bercokol disana merupakan perwakilan dari  belanda. Awalnya kita datangkan dari surabaya. Setelah ikiut pelatihan-pelatihan, sekarang 70% karyawannya penduduk kalbar, “ Aku Rudi. (Nov)

(dibaca 468 X)