Praktek Pungli di Perbatasan Entikong Terungkap

| Share on Facebook

LENSAKAPUAS, PONTIANAK – Kasi Kepabeanan  Bea dan Cukai Type C Entikong, berinisial H.S (52) resmi ditahan Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalbar di Rumah Tahanan (Rutan) Pontianak selama 20 hari terhitung sejak Jumat (25/10/2013).

“Tersangka H.S ditahan setelah Tim Penyidik Kejaksaan menemukan fakta terhadap barang-barang yang masuk melalui Pintu Lintas Batas (PLB) Entikong menggunakan Pemberitahaun Import Barang (PIB) dipungut Rp 20 Juta per kontainer, dan yang menggunakan Kartu Identitas Lintas Bartas (KILB) dipungut biaya rata-rata Rp500 s/d Rp700 ribu per box oleh tersangka,” ungkap Lumumba Tambunan, S.H., As Intel Kejati Kalbar dalam konferensi pers. Jumat,25 Oktober 2013 sore.

Sesuai ketentuan, kata Lumumba, Pos Pemeriksaan Lintas Batas Entikong tidak termasuk ke dalam wilayah kepabeanan. “Karena itu bukan wilayah kepabeanan, maka tidak diperkenankan memungut apapun disitu. Dan harus ada Keputusan Menteri Keuangan untuk menetapkan itu,” terang As Intel.

Dilanjutkannya, indikasi yang ditemukan, truck pengangkut barang-barang yang melintas tidak dilakukan pemeriksaan.  “Jadi melintas begitu saja, sebab  telah ditarik pungutan. Untuk berapa lama prakteknya masih kita telusuri,” ujarnya.

Terungkapnya kasus itu, kata Lumumba, berdasarkan laporan masyarakat. “Selanjutnya, penanganan dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan, Print-01/Q.1.14.6 tanggal 21 oktober 2013. Terhadap tersangka, dipersangkakan melanggar pasal 2 ayat 1, pasal 3, pasal 11, pasal 12 (huruf a, b) UU No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana KorupsiSidang Tipikor Irigasi Jangkang, Saksi Buka Kartu. Lanjut Baca ... ».”  (novi)

(dibaca 955 X)