Presiden Jokowi Resmikan Renovasi Masjid Raya Mujahidin Pontianak

| Share on Facebook

peresmian renovasi masjid mujahidin

LENSAKAPUAS, PONTIANAK –  Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo didampingi sejumlah kabinet kerja dan rombongan dari Jakarta, Selasa (20/1), hadir di Bumi Khatulistiwa Kalimantan Barat untuk meresmikaan Masjid Raya Mujahidin Pontianak yang telah usai direnovasi dan melaksanakan sejumlah agenda lainnya.

Kedatangan orang nomor satu di Indonesia ke Kalbar ini disambut oleh Gubernur CornelisDianggap Fitnah, Gubernur Kalbar Lapor Balik Jinku Ke Polisi. Lanjut Baca ... » beserta unsur Forkopinda lainya. Pangdam XII Tpr, Kapolda, Kejati, Ketua Pengadilan Tinggi, dan stakeholders lainnya.

Dalam sambutannya jelang peresmian, Gubernur KalbarDianggap Fitnah, Gubernur Kalbar Lapor Balik Jinku Ke Polisi. Lanjut Baca ... » Drs. Cornelis, M.H. yang juga rekan se partai Presiden Jokowi itu menjelaskan, pemugaran Masjid Mujahidin Pontianak yang kini menjadi masjid terbesar di Kalbar itu adalah atas partisipatif ummat, para donatur, dan bantuan dari pemerintah. “Dari Pemerintah Provinsi Kalbar melalui APBD dianggarkan 4 tahun dengan total anggaran sebesar Rp32 milyar. Tahun 2010 Rp2 milyar, tahun 2011 Rp10 milyar, tahun 2012 Rp10 milyar, dan pada tahun 2014 Rp10 milyar,” kata Cornelis.

Menyambung penjelasan Gubernur, ketua panitia pembangunan Masjid Mujahidin yang juga wakil ketua MPR RI Oesman Sapta Oedang mengungkapkan bahwa  sesuai dengan nama masjidnya, “Pembangunan Masjid Raya Mujahidin yang dibangun di atas tanah seluas 6,4 hektar ini memang dilakukan oleh para Mujahidin. Yaitu orang-orang yang melakukan jihad atau jahada yang artinya bersungguh-sungguh dalam melakukan sesuatu,” ucap Oso biasa ia disapa.

Selanjutnya, kata dia, sebagaimana yang tercatat dalam sejarahnya, “Pembangunan masjid ini digagas pertama kali pada tahun 1953 dan selesai serta diresmikan pada tanggal 23 Oktober 1978. Para tokoh yang gigih berjuang dalam menggagas dan membangun mesjid ini sebagian sudah wafat,” ulas Oso.  “Beberapa yang masih sehat hingga hari ini antara lain, ibu Jus Nurhamid, bapak Mas’ud Abdullah, dan bapak Tamar Abdussalam,” sambungnya. (novi)

(dibaca 535 X)