Problema Kelistrikan PT. PLN Area Pontianak

| Share on Facebook
GM PLN KALBAR

Ir. Pugi Wasi Jatmika, M.T., Manager Area PLN Pontianak (ft:nv)

Pugi : Tahun Depan Akan Ada Penambahan Daya

LENSAKAPUAS, PONTIANAK – Manager Area PT. PLN (Persero) Area Pontianak, Ir.Pugi Wasi Jatmika, M.T.  menjelaskan jumlah pelanggan PT. PLN (Persero) yang berada di 4 wilayah area yang menjadi kewenangannya, yakni Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Mempawah, dan Kabupaten LandakKarolin MN Potensi Calon Tunggal di Kab.Landak. Lanjut Baca ... »  sebanyak 360.000 pelanggan. Untuk kapasitas daya di 7 Rayon yang ada di 4 Kabupaten dan Kota itu, kata dia,  yang terpasang mendekati 260 Megawatt (MW).

“Mesin yang terpasang hampir 260 MW, tapi tidak setiap saat mesin itu bisa hidup, karena ada beberapa mesin yang sudah terjadwal untuk dipelihara. Kapasitas yang bisa hidup itu 240 MW, tetapi mesin yang ada itu kebayakan masih berbahan bakar solar, 99% Diesel. Bahan bakarnya, dari Pertamina dengan harga non subsidi, Rp11.000/liter, sehingga biaya produksinya cukup tinggi,” jelas Pugi ketika ditemui di ruang kerjanya, Senin, 22 September 2014.

Khusus area Pontianak, lanjutnya, pemakaian beban puncak, kalau dalam kondisi normal 225 MW. “Kalau cuaca panas pemakaian melonjak hiingga 245 MW, tapi kalau cuaca dingin pemakaiannya bisa menurun 215 MW,” ungkap Pugi. Hal tersebut, kata dia, ketika cuaca panas kecenderungan pelanggan menggunakan listrik tinggi.

Persoalan listrik sering padam, tambahnya, karena kebutuhan pelanggan meningkat terus, tetapi kapasitas kekuatan mesin tetap. “Naik pun sedikit, dan sekitar 2 bulan lalu mesin kita yang besar, kapasitas 30 MW juga rusak, sehingga untuk mencukupi kebutuhan pelanggan kurang, jadi harus dilakukan pemadaman bergilir,” pungkas Pugi.

“Tapi kedepannya, akan ada penambahan. Salah satunya dengan membeli listrik dari Malaysia dalam kapasitas besar, yakni 230 MW, sehingga bisa menutupi kebutuhan pelanggan. Selain itu, ada juga penambahan mesin PLTU yang menggunakan bahan bakar batu bara, dengan kapasitas 27, 5 MW di dua lokasi, jadi sekitar 55 MW. Kalau semua sudah terlaksana, maka ke depannya akan surplus listrik. Untuk sekarang, karena kondisi defisit, jadi ada pemadaman bergilir,” tandas Pugi. (novi)

.

(dibaca 684 X)